Benih Cabe Rawit Tahan Hujan, Tips Jitu Menanamnya Agar Tidak Busuk

Cabe termasuk tanaman dengan segala kondisi. Tumbuhan ini umumnya tahan panas terik. Bagaimana jika yang terjadi sebaliknya? Apakah membeli benih cabe rawit tahan hujan dapat menjadi solusi?

Pertanyaan di atas merupakan situasi yang sering muncul. Apalagi di Indonesia memang hanya dikenal dua musim, hujan dan kemarau. Di musim kemarau, pohon bisa sangat kering dan mati. Sebaliknya, pada musim hujan batang dan akar dapat membusuk hingga menyebabkan pohon ati pula.

Tips Jitu Menanam Benih Cabe Rawit Tahan Hujan

Musim hujan di Indonesia kadang terjadi cukup ekstrem. Banjir menjadi pemandangan biasa di berbagai tempat.

Untuk petani, menanam benih cabe rawit tahan hujan sudah merupakan solusi jitu. Hanya saja, Anda harus memperhatikan beberapa tips berikut agar hasilnya memuaskan saat panen.

1. Mengatur PH Tanah

PH tanah untuk tanaman cabe harus berada di kisaran 5,5 – 6,5. Jika terlalu rendah, yang artinya tanah sangat bersifat asam, tanaman akan kerdil. Sebaliknya PH lebih besar atau basa akan membuat tanaman tinggi tidak rimbun. Keduanya tentu tidak menguntungkan.

Untuk menjaga keasaman tanah, Anda harus mengeceknya secara berkala. Pada saat pengolahan lahan pertama kali, sebaiknya tanah sudah ditabur dengan dolomit atau kliserit secara merata. Pada musim hujan, tanah akan tetap terjaga PH-nya.

2. Membuat Irigasi Sederhana

Meski hujan deras, sebaiknya tanaman dijaga agar tidak sampai terendam banjir. Paling tidak, jika terendam hanya berlangsung beberapa saat.

Cara menjaga tanaman tidak terendam air adalah dengan memuat irigasi sederhana. Tinggikan atau buatlah gundukan pada bagian tanah yang ditanami.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuat parit di sekeliling lahan.

Cara di atas akan membuat tanaman tidak terlalu basah dan becek. Bakteri dan jamur sangat menyukai tempat yang lembap.

3. Mengurangi Pemberian Pupuk Nitrogen

Hujan sebenarnya mengandung nitrogen yang cukup tinggi. Zat ini membuat daun dan pucuk terus bertumbuh hingga cepat berbunga. Namun, jika tanaman memilikinya dalam jumlah berlebih, jamur pathogen seperti anthraknosa senang berkembang biak.

Oleh karena itu, jika Anda ingin menanam benih cabe rawit tahan hujan, di wilayah dengan curah hujab tinggi, pastikan untuk mengurangi jumlah pupuk nitrogen.

4. Mengatur Jarak Tanam Benih Cabe Rawit Tahan Hujan

Saat menanamkan benih ke dalam tanah, sebaiknya Anda mengatur jarak tanam sekitar 50 sampai 70 cm.

Pengaturan jarak tanam akan membuat sinar matahari sampai ke permukaan tanah. Jadi, saat musim hujan tanah akan lebih cepat kering.

Selain itu, jarak yang cukup renggang antar tanaman membuat penularan hama dan penyakit tanaman dapat di perlambat.

5. Menyemprotkan Kalsium dan Kalium

Untuk mengurangi hama dan penyakit tanaman, Anda bisa juga menyemprotkan Kalsium dan Kalium kepada seluruh tanaman.

Dua zat ini di sinyalir dapat membuat jamur pathogen tidak hinggap.

Perlu Anda perhatikan, melakukan penyemprotan harus saat cuaca tidak hujan beberapa hari. Zat yang menempel di daun dan batang bisa saja hilang terbawa hujan.

6. Menutup Tanah dengan Mulsa

Mulsa adalah bahan sejenis plastik yang ramah lingkungan. Anda dapat membelinya di toko tanaman dan benih cabe itu sendiri.

Nah, agar air dari hujan tidak langsung terserap ke tanah dan menganggu akar, Anda bisa menggunakan mulsa di seluruh permukaan tanah yang terbuka.

Mulsa juga bisa efektif menghalangi gulma pengganggu yang tumbuh di sekitar tanaman cabe.

Membeli Benih Cabe Rawit Tahan Hujan

Di atas sudah disebut-sebut, bahwa salah satu solusi bertanam di Indonesia adalah membeli benih cabe unggul tahan hujan.

Adakah bibit yang demikian? Tentu saja ada! Cek sana di https://tokoderees.com/produk atau hubungi customer service Toko Derees di 0812-9109-9109. Anda juga bisa mencari tahu lewat Shopee atau Tokopedia dengan mencari toko yang sama.

Bibit yang Toko Derees sediakan merupakan merk Master. Yang tentunya sudah terjamin memiliki banyak kelebihan. Selain itu, harga bibit cabe Master juga bersaing di pasaran.

Jangan tunda lagi, ya! Yuk, segera bertani yang aman, nyaman, dan menghasilkan panen melimpah dengan benih cabe rawit tahan hujan!

Kabar Tani Lainnya

Strategi Jitu Menanam Tomat Gustavi F1 Panah Merah

Tomat Gustavi F1 Cap Panah Merah bisa dikatakan sebagai benih varietas unggul. Dalam 1 hektar tomat varietas gustavi ini bisa menghasilkan 60 ton tomat atau 4 Kg tomat per tanaman.