Bibit Cabe Rawit Dataran Rendah, Cara Mendapatkan Hasil Panen yang Maksimal

Tak sedikit penduduk yang tinggal di dataran rendah yang ragu untuk bercocok tanam. Mereka lebih dominan memanfaatkan kekayaan alam yang tersedia, seperti budidaya ikan atau menjadi nelayan di laut. Padahal tanah di dataran rendah juga berpotensi sebagai budidaya bibit cabe rawit dataran rendah.

Cabai sering kali menjadi bumbu penting untuk olahan ikan, yang jumlahnya melimpah di dataran rendah. Terutama yang dekat dengan wilayah pesisir pantai.

Kita tahu bahwa harga cabai sangat stabil dan sewaktu-waktu bisa melambung tinggi. Jadi, dengan menanam cabai sendiri di pekarangan rumah atau ladang, sudah termasuk upaya penghematan kebutuhan dapur.

Cara Menanam Bibit Cabe Rawit Dataran Rendah Supaya Panen Berlimpah

Menanam cabai di dataran rendah tentu tidak sama dengan menanamnya di dataran tinggi. Hal ini karena tekstur tanah dan iklim di wilayah tersebut turut berpengaruh.

Ada cara-cara tertentu agar tanaman cabai ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah, bahkan mampu menghasilkan panen yang maksimal seperti ketika ditanam di dataran tinggi.

Berikut ini ulasannya!

1. Gunakan Pupuk Organik Ketika Penyemaian

Penyemaian benih adalah tahap awal sebelum menanam bibit cabe rawit di lahan terbuka. Tujuannya untuk menjaga benih dari kontaminasi udara yang membawa bibit penyakit, mengoptimalkan unsur hara dan supaya benih bisa tumbuh lebih cepat agar bisa segera dipindahkan ke lahan yang lebih luas.

Penyemaian ini menggunakan dua macam media tanam yakni tanah gembur dan pupuk organik.

Tanah yang gembur bisa Anda peroleh di wilayah dekat pembuangan sampah atau tepi sungai. Ciri-cirinya tanah berwarna cokelat kehitaman dan bertekstur lempung berpasir.

Sedangkan untuk kebutuhan pupuk organik bisa Anda dapatkan dengan membelinya di toko pupuk atau membuatnya sendiri dari kotoran hewan ternak yang sudah diayak sampai terbuang semua kotorannya.

Keringkan kedua media tanam tersebut lalu campur sampai rata.

2. Pasang Mulsa Plastik

Tingkat pancaran sinar matahari di dataran rendah relatif lebih tinggi daripada dataran tinggi. Semakin terik matahari maka semakin cepat penguapan air tanah.

Oleh karena itu, untuk mengatasi keringnya bibit cabe rawit dataran rendah yang telah ditanam, pasanglah mulsa plastik di seluruh lahan tanam. Hanya menyisakan lubang tanam bibit cabe rawit saja.

Mulsa plastik dapat menjaga kelembapan tanah sekaligus mencegah penguapan akibat terik matahari yang ekstrem. Bonusnya tanaman cabai rawit Anda akan lebih kebal dari serangan penyakit yang sering menyerang tanaman cabai.

3. Lengkapi dengan Ajir

Tahukah Anda apa yang di sebut dengan ajir?

Ajir adalah bambu yang telah di bentuk menyerupai tongkat kecil yang berfungsi untuk menegakkan tanaman. Biasanya untuk tanaman yang berumur pendek dan tanaman rawa. Salah satunya cabai rawit.

Pada awal-awal tanaman cabai di pindahkan ke lahan terbuka, ia bisa jadi mudah layu bila terkena panas sinar matahari.

Dengan adanya ajir, tanaman akan terbantu untuk bisa berdiri tegak sekaligus menyempurnakan bentuknya menjulang tinggi ke atas. biasanya tanaman cabai ini bisa mencapai tinggi 150 – 160 cm.

Pilihlah Bibit Cabe Rawit Dataran Rendah dari Master, Ori Mudah Berkembangbiak!

Kini saatnya Anda jeli dalam memilih bibit cabai rawit, pilihlah yang terbukti berkualitas seperti Master, bibit cabe rawit dataran rendah yang kami jual dalam kemasan ekonomis ukuran 10 gram.

Harganya yang terjangkau sangat sesuai untuk penduduk dataran rendah maupun dataran tinggi. Harga bibit cabe Master 125 ribu/pcs saja.

Dapatkan produk bibit Master yang ori di Shopee dan Tokopedia, dua marketplace terbaik di tanah air!

Kabar Tani Lainnya

6 Cara Merawat Lidah Buaya, Mudah, Tanpa Ribet

Cara merawat lidah buaya cukup mudah, bahkan bagi pemula. Tanaman kaya manfaat ini juga indah dipandang lantaran bentuknya yang unik. Tanaman ini tidak memiliki...