Cabe Rawit Merunduk dan Cara Membudidayakannya

Jenis dari cabe rawit memang ada banyak, sehingga tak heran jika banyak orang yang ingin membudidayakan beberapa jenis cabe rawit. Salah satunya adalah cabe rawit merunduk, dimana menjadi jenis cabe rawit yang cukup banyak diminati oleh masyarakat.

Untuk membudidayakan cabe rawit merunduk juga perlu beberapa hal yang penting untuk diperhatikan. Dengan demikian dapat menghasilkan cabe rawit yang berkualitas bagus dan lebih maksimal.

Cara Budidaya Cabe Rawit Merunduk yang Berikan Hasil Maksimal

Jika membicarakan tentang budidaya cabe rawit, tentu saja Anda harus mempelajari bagaimana caranya. Namun, tidak perlu khawatir karena kali ini kita akan membahas mengenai cara budidaya cabe rawit merunduk agar hasilnya maksimal.

Pada dasarnya cara budidaya cabe rawit tersebut cukup mudah dan tidak merepotkan, berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda pelajari:

1. Mempersiapkan Bibit Cabe Rawit Merunduk

Hal pertama yang perlu untuk Anda lakukan tentu saja mempersiapkan benih cabe rawit tersebut, namun pastikan bibit yang digunakan benar-benar berkualitas. Untuk memilih bibit cabe rawit tersebut, pilih yang masih segar.

Jika Anda tidak ingin repot dan kurang begitu paham tentang cara memilih bibit cabe rawit, bisa menggunakan bibit cabe rawit yang berasal dari benih siap pakai dalam kemasan.

Untuk saat ini ada banyak sekali pilihan brand benih cabe rawit dalam kemasan yang ada di pasaran.

2. Menyemai Benih Cabe Rawit

Proses selanjutnya adalah menyemai benih cabe rawit tersebut. Anda bisa menggunakan polybag yang berukuran kecil untuk media penyemaian. Jangan lupa untuk memasukkan tanah dan pupuk.

Sebelum menyemai, pastikan untuk merendam benihnya terlebih dulu menggunakan air hangat sekitar 3 jam agar mendapatkan bibit cabe rawit yang berkualitas.

3. Menanam Cabe Rawit Merunduk

Jika proses penyemaian benih cabe rawit tersebut sudah selesai, tunggu sampai berusia 4 minggu. Setelah itu, Anda bisa memindahkan bibit cabe tersebut di lahan yang sudah dipersiapkan.

Sebelumnya, jangan lupa menggemburkan tanah dari lahan serta memberikan pupuk. Usahakan untuk berhati-hati ketika memindahkan bibit tersebut.

4. Memupuk Cabai Rawit

Selama dalam masa penanaman, pastikan untuk selalu rajin memberikan pupuk pada tanaman cabe rawit merunduk tersebut. Sebaiknya Anda menggunakan pupuk kompos, jadi hasil dari cabe juga menjadi lebih organik.

Cabe rawit organik tentu saja akan lebih sehat dari pada menggunakan pupuk kimia. Oleh karena itu, Anda dapat memberikan pupuk kompos sesuai dengan yang dibutuhkan.

5. Merawat Cabai Rawit

Anda juga jangan lupa untuk merawat tanaman cabe rawit tersebut dengan menyiraminya setiap hari. Selain itu, perhatikan juga apakah ada tanaman lain yang mengganggu pertumbuhan dari cabe tersebut. Barulah Anda bisa panen secara optimal.

Jadi, itulah beberapa langkah untuk membudidayakan cabe rawit merunduk agar memberikan hasil yang lebih maksimal. Pastikan jika Anda melakukan beberapa langkah tersebut dengan baik dan benar.

Jika membicarakan tentang hasil cabe rawit yang maksimal, tentu saja membutuhkan bibit cabe rawit yang berkualitas pula. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan bibit cabe rawit dari produk Master.

Bibit cabe rawit Master ini memiliki kualitas terbaik karena merupakan bibit pilihan yang di jamin mutunya.

Anda bisa mendapatkan bibit atau benih cabe rawit Master ini di online shop ataupun di beberapa toko pertanian. Namun, untuk mendapatkan jaminan original Anda bisa membelinya di tokodeeres.com.

Toko Deeres memberikan jaminan 100% produk original dan berkualitas, selain itu juga memberikan kemudahan kepada konsumen dalam berbelanja.

Untuk membeli bibit cabe rawit merunduk Master, Anda bisa melakukannya secara online melalui website tersebut atau bisa juga melalui beberapa pilihan marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Bisa juga melalui whatsapp di nomor 081291099109.

Kabar Tani Lainnya

Bibit Cabe Rawit Termahal di Lumajang, Ternyata Ini Penyebabnya!

Tanaman cabe merupakan komoditi yang harganya tidak stabil. Ada bulan-bulan di mana harganya menurun drastis, hingga petani merasa rugi jika menjualnya ke pedagang. Akhirnya,...