Cabe Rawit Tahan Patek Tahan Hama Terbaru 2022

Antraknosa atau yang biasa kita sebut dengan Patek, menjadi penyakit yang sering kali menyerang cabe. Terutama pada saat musim hujan yang mana kelembaban udaranya tinggi. Oleh karena itu, para petani akan mencari cabe rawit tahan patek untuk mengantisipasi masalah ini.

Patek merupakan suatu patogen penyakit yang penyebabnya adalah cendawan Colletotrichum Capsici yakni sejenis bakteri yang menyerang cabai saat memasuki usia tua. Cabai yang telah matang betul ditandai dengan warna merah pekat yang merona, bisa rusak karena infeksi patogen ini.

Cara Mendapatkan Cabe Rawit Tahan Patek Paling Mudah

Patek dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang tinggi bagi petani cabai. Hal ini karena Patek menginfeksi buah cabai serta seluruh bagian tanamannya, seperti cabang, ranting dan daun. Ciri utama dari serangan Patek ini yaitu bintik-bintik kecil berwarna hitam pada permukaan buah cabai.

Semakin lama ia akan membuat buah cabai mengkerut, kering, busuk dan kemudian jatuh. Buah cabai yang telah rusak ini secara otomatis tidak layak konsumsi sehingga berakhir di pembuangan. Kerugian akibat Patek bisa mencapai 14 hingga 30% dari total panen.

Supaya Patek ini tidak menggangu pertanian cabe rawit Anda, yuk simak cara mengatasi dan mengantisipasinya berikut ini!

1. Pilihlah Bibit Cabai yang Sehat

Jangan asal menanam cabai dari bibit yang tidak jelas asal usulnya! Apalagi dengan sengaja menggunakan biji dari cabai yang busuk.

Asal Anda tahu, pembusukan cabai yang lebih cepat dari wajarnya, bisa jadi karena infeksi virus atau bakteri. Yang mana biji di dalam buahnya telah rusak dan tidak layak tanam.

Pilihlah bibit cabai yang sehat dan pasti layak tanam, seperti bibit cabai Master. Bibit lokal yang memiliki silsilah seleksi Galur Cr198. Hasil perkawinan silang dari varietas cabai yang unggul secara kualitas dan kuantitasnya.

2. Gunakan Lahan Baru untuk Tanam Cabe Rawit Tahan Patek

Jangan gunakan lahan bekas penanaman famili solanaceae seperti paprika, tomat, terong dan lain sebagainya. Lahan tersebut dinilai tidak mendukung cabe rawit tahan patek.

Sebaiknya gunakanlah lahan baru, yang mana telah dibersihkan dari tanaman gulma. Seperti rumput, ilalang dan lainnya. Kemudian telah dicangkul hingga gempur dan telah disebarkan pupuk organik sebagai penyubur tanahnya.

3. Memperlebar Jarak Tanam

Patek ini penyebabnya adalah jamur yang mana seperti telah kita ketahui bahwa jamur sangat menyukai tempat yang lembab dan sesak. Oleh karena itu, aturlah kelembaban lahan tanam cabai dengan memperlebar jarak tanamnya supaya tidak terlalu rapat. Buatlah jarak tanam sepanjang 65 – 70 cm, dengan pola tanam zig zag.

Meskipun secara kuantitas tidak maksimal, namun cara ini cukup optimal untuk mengantisipasi serangan Patek sehingga bisa meminimalisir kerugiannya.

4. Memasang Mulsa Plastik Hitam Perak

Mulsa plastik berwarna hitam perak berfungsi untuk memantulkan sinar matahari ke bagian bawah daun dan tanaman cabai. Sehingga kelembaban udaranya tidak terlalu tinggi. Pemasangan mulsa plastik ini pada seluruh bedengan, kecuali lubang tanam cabai.

Selain itu, mulsa plastik juga dapat mencegah serangan percikan hujan yang mengandung spora atau jamur.

5. Menyemprotkan Fungisida

Jika Patek sudah terlanjur menyerang tanaman cabe rawit Anda, maka langkah terakhir yang bisa Anda lakukan adalah dengan menyemprotkan Fungisida atau cairan pembasmi jamur. Anda bisa menggunakan fungisida kontak atau fungisida sistemik.

Bibit Cabe Master, Bibit Cabe Rawit Tahan Patek Tepercaya Sejak Dulu!

Jangan ambil pusing lagi, karena sekarang sudah benih Master yaitu sebuah produk bibit cabe rawit kemasan kualitas terbaik. Selain itu, juga mudah beradaptasi terhadap dataran tinggi atau rendah, tahan penyakit dan siap tumbuh menjadi tanaman cabai berkualitas.

Yuk, pesan bibit cabe rawit tahan patek ini di Shopee atau Tokopedia hari ini juga!

Kabar Tani Lainnya

Terbaik! Cabe Pilar F1 Hasilnya Memuaskan

Benih cabe besar Pilar F1 merupakan benih cabe besar terbaik yang telah menjadi primadona. Siapa sangka, harganya pernah mencapai 500 ribu rupiah untuk 1 bungkusnya. Padahal harga normalnya sekitar 140 ribuan (saat artikel ini dibuat).