Cara Menanam Pepaya California, Si Varietas Populer di Indonesia

Tahukah Anda pepaya California tergolong varietas pepaya paling populer di Indonesia? Oleh karena itu, orang-orang gemar belajar cara menanam pepaya California.

Soalnya, pepaya ini memiliki tingkat permintaan yang tinggi, baik di supermarket atau pasar tradisional. Selain itu, pepaya California juga memiliki ukuran yang lebih kecil sehingga cocok kamu tanam sebagai tabulampot.

Dengan demikian, pepaya California menjadi varietas yang paling menguntungkan jika petani budidayakan di Indonesia. Pepaya ini juga tergolong sebagai varietas yang unggul, di mana memiliki usia di bawah rata-rata sehingga lebih cepat untuk berbuah.

Dampaknya, pepaya California memiliki ukuran batang yang lebih kecil dan pendek jika daripada varietas-varietas yang lain.

Memahami  Cara Menanam Pepaya California dengan Mengenal Varietasnya

Cara Menanam Pepaya California, Si Varietas Populer di Indonesia

Varietas merupakan kelompok tanaman di spesies tertentu yang umumnya dapat kamu bedakan berdasarkan sifat-sifatnya.

Misalnya, spesies pepaya memiliki beragam varietas, seperti pepaya California, pepaya Cibinong, pepaya Bangkok, dan lain-lain. Semuanya dapat kamu bedakan satu sama lain dengan mengamati ciri-ciri morfologi yang kerap membentuk sifat khusus.

Ada baiknya kamu memahami perihal karakteristik, habitat, dan keunggulan sebuah varietas. Apalagi, jika ingin menanam pepaya california. Selain itu, tentukan apakah pepaya akan orang tanam di pekarangan, lahan pertanian, atau justru ditanam di dalam pot sebagai tabulampot yang populer di masa sekarang.

1. Karakteristik Pepaya California

Jika kamu amati, varietas ini memiliki ukuran batang yang lebih kecil dan pendek sehingga cocok ditanam sebagai tabulampot atau tanaman buah dalam pot.

Pepaya California juga memiliki buah dengan ukuran yang pas, yakni mempunyai berat 0,8 hingga 2 kilogram.

Pada umumnya, masyarakat modern gemar mengonsumsi pepaya California karena memiliki ukuran yang praktis, di mana buahnya dapat kamu kupas untuk sekali makan tanpa repot-repot.

Buahnya juga berbentuk lonjong dengan kulit yang tebal. Jika matang, buah akan berwarna kuning dengan rasa yang manis, di mana dagingnya lebih tebal dan kenyal.

2. Habitat Pepaya California

Cara menanam pepaya California harus memerhatikan habitat varietas tersebut. Soalnya, hal ini memengaruhi apakah pepaya tumbuh optimal atau tidak.

Pada umumnya, pepaya California cocok kamu tanam di dataran rendah, yakni dengan ketinggian kurang dari 700 meter di atas permukaan laut. Varietas ini juga membutuhkan kondisi tanah yang subur dan sedikit berpasir.

Selain itu, pepaya California memiliki habitat optimal di suhu 25 hingga 30 derajat celsius.

Pepaya juga tumbuh baik di tempat dengan kelembaban 40 persen dengan curah hujan antara 1.000 sampai 2.000 milimeter per tahun. Sedangkan, pH tanah yang bagus adalah 6 sampai 7. Pepaya ini juga tergolong varietas adaptif.

3. Keunggulan Pepaya California

Jika dibandingkan varietas pepaya lain, pepaya California memiliki beberapa keunggulan.

Misalnya memiliki produktivitas yang tinggi, di mana dapat memasuki masa panen saat berusia 7 hingga 9 bulan. Selain itu, varietas ini juga memiliki masa produktivitas yang panjang, yakni hingga mencapai usia 4 tahun dengan buah yang melimpah.

Pepaya California juga memiliki kandungan potasium dan vitamin C yang tinggi. Oleh karena itu, buah pepaya kerap orang konsumsi untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Apalagi, pepaya California cenderung memiliki harga yang stabil.

Cara Menanam Pepaya California

Sampai sekarang, pepaya California bertengger di deretan pepaya paling populer. Apalagi ketika petani lokal asal Jabodetabek mengaku mampu mendapat omzet hingga Rp300 juta per bulan.

Sadar atau tidak, pepaya California sebenarnya memiliki nama asli pepaya Calina. Pepaya ini ditemukan seorang ilmuwan IPB, yakni Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati.

Sebelumnya, varietas ilmuwan teliti pada tahun 2001 hingga terkenal sebagai varietas unggulan. Lambat laun, pepaya ini populer sebagai pepaya California, sebab memiliki nama yang lebih menjual.

1. Mengolah Media Tanam

Sebenarnya, orang-orang dapat menanam pepaya California di tanah pekarangan, lahan pertanian, atau di dalam pot. Intinya, apapun tempatnya, kamu harus menyiapkan media tanam yang sesuai.

Misalnya, media tanam kamu campur dengan pupuk, baik pupuk organik atau anorganik dan dibersihkan dari gulma atau rumput liar. Perbandingan antara tanah, pupuk, dan sekam adalah 3:1:2. Media tanam tersebut harus dicampur merata dan dalam keadaan gembur.

Setelah 7 atau 10 hari, media tanam dapat kamu gunakan.

2. Memilih Benih dan Proses Penyemaian

Kamu dapat memperoleh bibit pepaya California setelah proses penyemaian. Soalnya, pepaya California dapat orang perbanyak secara generatif atau dengan biji.

Sebelumnya, kamu pun harus mendapat biji pepaya berkualitas dari buah pilihan yang matang di pohon. Akan tetapi, hal ini lebih mudah jika membeli benih di toko pertanian. Saat ini juga beredar berbagai merek pepaya California.

Cara menanam pepaya California terus berlanjut, yakni dengan merendam benih semalaman untuk menemukan benih-benih yang tenggelam, sebab benih tersebut memiliki kemampuan survive yang tinggi saat ditanam.

Kemudian, bungkus dengan tisu basah, kain basah, atau kertas koran agar berkecambah melalui proses pemeraman. Lantas, benih disemai di media tanah dan kompos.

3. Pemindahan Bibit

Pastikan bibit memiliki akar dan batang yang kuat sebelum dipindahkan di tempat pembesaran. Bibit juga harus memiliki 5 daun dengan batang yang memiliki tinggi sekitar 30 sentimeter. Biasanya, bibit berusia 1 sampai 1,5 bulan.

Kamu dapat menanam bibit di pekarangan, lahan pertanian, atau pot dengan membuat lubang. Pada dasarnya, pepaya California akan beradaptasi selama 1 minggu.

4. Proses Perawatan

Langkah-langkah merawat pepaya California tidak jauh berbeda dari varietas pepaya yang lain. Pepaya ini membutuhkan penyulaman, pemupukan, penyiraman, penyiangan, hingga pengendalian hama dan penyakit.

Pada dasarnya, penyulaman dilakukan untuk mengganti bibit pepaya yang mati.

Kemudian, untuk mengoptimalkan produktivitas, pemupukan tambahan dapat dilakukan secara berkala. Dosis pupuk dapat disesuaikan dengan kondisi media tanam dan kebutuhan tanaman.

Sedangkan proses penyiraman dilakukan secara fleksibel, di mana hal ini tergantung pada kondisi cuaca.

Selain itu, jangan lupa menyiangi tanaman atau mencabut gulma atau rumput liar yang mengganggu.

Meski jarang, tetapi pepaya California juga dapat terserang hama atau penyakit. Nah, jika hal ini terjadi, sebaiknya gunakan obat sesuai dosis.

Nah, untuk memperkuat batang dan merangsang pertumbuhan akar pepaya California baru, lakukan pengurukan dengan tanah. Tujuannya agar tanaman tidak mudah roboh. Hal ini dapat dilakukan bersama pemupukan susulan.

5. Panen

Akhirnya, pepaya memasuki masa panen saat berumur 7 hingga 9 bulan. Dalam sekali panen, pepaya mampu menghasilkan 10 hingga 20 buah.

Artinya, jika menanam di lahan seluas 1 hektar, maka kamu memperoleh pepaya California sebanyak 2 ton. Sebaiknya memetik pepaya yang matang, yakni menunjukkan semburat kuning di kulitnya.

Demikian ulasan cara menanam varietas pepaya California. Sebenarnya, hal ini tidak jauh berbeda dari menanam varietas yang lain.

Akan tetapi, dengan menanam pepaya ini, kamu akan memperoleh berbagai keuntungan. Jadi, jangan lupa untuk mempraktikkan cara menanam pepaya California, ya.

 

Jangan lupa kunjungi juga katalog produk kami atau dapat temukan rekomendasi produk dari kami.

Kabar Tani Lainnya

Jual Bibit Cabe Siap Tanam Terdekat Siap Kirim Ke Seluruh Nusantara

Kelangkaan bukan hanya terjadi pada bahan bakar motor atau BBM, tetapi juga pada cabe rawit. Kelangkaan ini dipicu oleh ketersediaan stok cabe dari petani...