back to top

Benih Master, Kualitas Unggul Cabai Rawit yang Nyata Buktinya!

Benih Master adalah nama tren dari benih cabai rawit kualitas unggul. Buah yang juga masih dianggap sayuran ini memang menjadi primadona di Indonesia. Bukan hanya karena rasanya yang pedas nikmat, tetapi juga manfaatnya yang luar biasa bagi kesehatan tubuh.

Cabai rawit mengandung banyak zat yang kaya manfaat. Mulai dari capsaicin yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah sehingga baik untuk penderita diabetes. Cabai rawit dapat melancarkan pencernaan, mengontrol nafsu makan dan memberikan efek kenyang lebih lama.

5 Kelebihan Benih Master Sebagai Komoditi yang Laris Manis di Pasaran

Harga cabai rawit pernah mencapai hampir Rp 150 ribuan per kilo. Kenaikan harganya yang sangat signifikan ini kerap kali terjadi ketika menjelang hari besar nasional. Seperti, hari raya umat beragam, hari peringatan nasional dan hari perayaan lainnya.

Meskipun cukup menguras kantong, harga cabai rawit tidak menjadi masalah bagi sebagian orang. Terutama mereka yang memang memiliki usaha dengan kebutuhan cabai rawit yang banyak. Saat harga bahan bakunya naik, maka otomatis produk hasil olahannya pun mengikuti.

Hal ini dapat menjadi peluang bagi Anda yang sedang mencari-cari ide usaha dengan untung besar. Selain untuk dijual kembali, cabai rawit hasil panen di kebun sendiri dapat Anda manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Pasalnya memang hampir banyak olahan sayur yang memanfaatkan cabai rawit sebagai penguat rasa.

Kenali 5 kelebihan benih master cabai rawit berikut ini!

1. Kemasan Ekonomis

Benih cabai rawit Master terdapat dalam kemasan yang ekonomis, mulai dari 10 gram. Harganya pun sangat terjangkau. Jadi, untuk memulai usaha bertani cabai rawit ini, Anda tidak harus membeli dalam jumlah besar. Cobalah dulu dari satu kemasan kecil ini!

Benih cabai rawit Master yang original dikemas dalam kemasan berwarna hitam dan merah. Berlogo MASTER dalam huruf kapital dan adanya logo orang monogram di sampingnya. Pada kemasan tersebut juga tertera karakteristik benih dan cara penyemaiannya dengan sangat jelas. Jadi, untuk Anda yang masih pemula, jangan khawatir karena akan kami pandu.

Siapa pun bisa menjadi petani cabai rawit! Tidak hanya dari kalangan bapak-bapak saja! Anda yang merupakan ibu rumah tangga atau anak muda usia sekolah, mahasiswa atau single yang baru saja lulus sekolah juga bisa bertani cabai dengan rasa pedas yang mampu menggoyang lidah ini.

Menanam benih Master tak harus di atas lahan yang luas. Saat ini tengah berkembang minimalis gardening atau berkebun di lahan yang minimalis. Seperti tabulapot atau tanaman buah dalam pot, polybag, mini garden di rooftop dan bertani dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Misalnya, gelas plastik atau botol plastik.

Yuk, gunakan cara-cara menanam kreatif yang mampu membangkitkan kreativitas dan mood Anda!

2. Mudah Ditanam dan Cepat Pertumbuhannya

Buah dengan nama latin Capsicum frutescens ini relatif mudah ditanam di mana saja karena dapat hidup pada ketinggian 50 – 850 meter di atas permukaan laut. Jadi, bukan masalah jika Anda berada di dataran rendah maupun dataran tinggi. Hal yang terpenting adalah pastikan kebutuhan zat haranya tercukupi dengan baik.

Mulai dari penyiraman rutin, pemupukan hingga pembasmian hama. Gunakan pupuk kompos atau pupuk organik yang ramah lingkungan untuk tumbuh kembang cabai rawit Master. Unsur hara dalam pupuk kompos jauh lebih baik ketimbang pupuk kimia. Selain itu, pupuk kompos juga lebih ramah lingkungan.

Lakukan pemupukan sebanyak dua kali selama masa pertanaman. Pertama pada awal penyemaian benih dan kedua saat memasuki usia dua minggu atau 14 hari pasca tanam lahan.

Benih Master bisa tumbuh dengan baik bila perawatannya optimal. Dalam waktu 38 – 45 hari saja, sudah bisa berbunga. Bentuk bunganya merunduk, berwarna putih pada mahkotanya dan berkelopak hijau. Bunga cabai rawit ini termasuk jenis bunga yang mudah rontok, jadi pastikan Anda tidak menyentuhnya saat bunganya mulai kuncup.

Menanam cabai sebetulnya akan lebih baik bila lahannya tertutup atap transparan, karena guyuran air hujan yang berlebihan dapat menghancurkan kualitas bunga dan juga buahnya. Air hujan mengandung pH atau derajat keasaman yang tinggi, yang mana kurang baik untuk tanaman bila berlebihan.

3. Benih Master Cepat Panen

Melanjutkan poin yang kedua, benih cabai rawit Master ini memiliki masa panen lebih cepat dari cabai lokal biasa. Dengan catatan unsur hara tanaman tercukupi, maka pada usia 85 – 90 hari atau sekitar 3 bulan sudah bisa dipanen. Hasil panennya pun tidak main-main, satu tanaman mampu menghasilkan 600 – 750 buah atau sekitar 1,4 – 1,7 kg.

Sementara cabai rawit yang dihasilkan memiliki kualitas yang aduhai. Bobot tiap buahnya mencapai 2,4 – 2,7 gram, berwarna merah segar dengan permukaan yang halus dan bergelombang.

Perlu Anda ketahui juga, cabai rawit tidak selalu dipanen setelah matang. Sebagian daerah justru menyukai cabai rawit yang masih hijau mentah atau setengah matang. Cabai rawit hijau biasanya untuk cigitan atau camilan bersama gorengan, seperti tempe goreng, tahu goreng, bakwan dan lain sebagainya.

Sedangkan cabai rawit setengah matang dan matang sempurna biasanya masyarakat gunakan untuk penyedap rasa, saos dan sambal.

4. Toleran Terhadap Virus Gemini

Virus Gemini merupakan musuh berbahaya bagi tanaman cabai rawit. Serangannya mampu menghambat pertumbuhan daun, bunga serta buahnya. Dan ini jelas sangat merugikan petani.

Virus ini berasal dari serangga, sejenis kutu putih dan kutu kebul. Jadi, cara yang paling direkomendasikan untuk mengatasinya adalah dengan insektisida atau zat kimia pembunuh serangga pembawa virus. Namun, semprotan insektisida juga memberikan efek negatif bagi lingkungan sekitarnya.

Jadi, cara yang paling aman untuk menghindari serangan virus Gemini adalah memilih benih yang memiliki toleransi terhadapnya yakni benih Master. Benih dari spesies bernama latin Capsicum frutescens ini mampu bertahan hidup sekitar 2 – 3 tahun.

Setiap satu tahun, Anda bisa panen sebanyak 4 kali. Dan modal yang Anda butuhkan jadi lebih hemat karena tanaman bisa bertahan lebih lama.

Bisa Beli Lewat Online, Terjamin Orisinalitasnya!

Pada tahun 2022 ini era teknologi modern sedang banyak diterapkan pada semua lini. Smartphone atau gadget semakin berperan dalam kehidupan masyarakat. Berbelanja, bekerja bahkan sekolah pun sudah bisa dilakukan lewat daring atau dalam jaringan. Jadi, tidak terlepas pada transaksi tatap muka.

Begitu pula dengan jual beli benih Master bisa Anda lakukan secara online melalui situs resmi kami https://tokodeeres.com/ atau melalui nomor WhatsApp 0812 9109 9109 pada jam kerja. Kami menerima berapa pun besarnya pesanan Anda. Mau konsultasi secara online? Silakan hubungi nomor Customer Service tersebut!

Agar lebih terjamin keamanannya, Anda juga bisa membeli produk ini melalui marketplace terbesar di indonesia seperti tokopedia dan shoppe.

Telitilah Anda dalam membeli benih cabai rawit Master ini. Ingat, jangan asal membeli pada seller yang tidak Anda ketahui pasti! Sebab tak sedikit orang yang justru menjadi sasaran empuk para penipu dengan iming-iming yang menggiurkan.

Hot News

Jenis dan Dosis Pemupukan Semangka Dari Awal sampai Akhir!

Pada artikel kali ini, akan kita bahas bagaimana pemupukan semangka yang tepat, tepat jenis, dan tepat dosis. Mulai dari persiapan lahan, sampai pupuk pembuahannya....
Kabar Tani
2
minutes

Ini Tanda Tanaman Cabe Kekurangan 5 Unsur Hara Makro

Tanaman cabe tidak tumbuh dengan normal, bisa disebabkan oleh kekurangan unsur hara. Unsur hara yang paling banyak dibutuhkan tanaman cabe rawit, adalah unsur hara...
Kabar Tani
2
minutes

Hidrogen Peroksida Solusi Bertani Murah, Ini Contoh Produknya

Saat ini, semakin banyak petani yang beralih ke produk-produk pertanian yang lebih aman untuk lingkungan, tidak meninggalkan residu. Produk-produk pertanian tersebut juga relatif lebih...
Kabar Tani
3
minutes

Harus Urut! Cara Panen Cabe yang Benar di Musim Hujan

Apa kabarnya yang kemarin baru tanam cabe musim hujan? Sudah mendekati panen ya gan. Nah, saya rasa Juragan perlu tahu nih apa saja yang...
Kabar Tani
2
minutes
spot_img
const columns = document.querySelectorAll('.column'); columns.forEach(column => { column.addEventListener('dragover', event => { event.preventDefault(); column.classList.add('drag-over'); }); column.addEventListener('dragleave', () => { column.classList.remove('drag-over'); }); column.addEventListener('drop', event => { column.classList.remove('drag-over'); const draggingCard = document.querySelector('.dragging'); column.appendChild(draggingCard); }); }); const cards = document.querySelectorAll('.card'); cards.forEach(card => { card.addEventListener('dragstart', () => { card.classList.add('dragging'); }); card.addEventListener('dragend', () => { card.classList.remove('dragging'); }); });