back to top

Cabe Keriting Terlaris di Aceh dan Sumatera Utara

Sangat banyak jenis benih cabe keriting yang tersebar di Indonesia. Keunggulan seperti tahan virus, mampu beradaptasi pada berbagai dataran menjadi pertimbangan petani Indonesia. Untuk itu kami akan merangkum cabe keriting apa saja yang cocok dan terlaris untuk area Aceh dan Sumatera Utara, khususnya Medan.

Dalam penilaian ini, kami tidak disponsori oleh siapapun, pengurutan terlaris berdasarkan penjualanan yang terjadi di Toko Deeres. Mari kita simak apa saja benih cabe keriting yang terlaris.

OR Twist 42

Tidak bisa dipungkiri, varietas asal perusahaan Oriental Seed ini sudah menjadi jawara benih cabe keriting untuk area Aceh dan Sumatera Utara (Medan). Daratan yang berbukit-bukit menjadi kendala petani untuk memilih benih yang berkualitas. Untunglah OR Twist 42 hadir dengan keunggulan berupa potensi panen tinggi.

Klik produknya disini

Dalam satu hektar, berpotensi menghasilkan sekitar 20 ton. Keunggulan lainnya, mampu pengiriman jarak jauh, karena karakter buah tidak mudah patah dan busuk saat pengemasan dan juga pengiriman. Lihat produknya.

cabe keriting aceh medan

Red Kriss

Jenis cabe keriting satu ini cukup mampu menjadi andalan saat musim hujan. Red Kriss tidak hanya mampu andalan saat musim hujan saja, namun juga tahan penyakit dan masa panennya cenderung lebih singkat. Hal ini menjadi keunggulan secara tidak langsung, karena akan menghemat biaya operasional petani. Lihat produknya.

TM 999

TM 999 yang berasal dari distributor Tani Murni ini menjadi pemain lama dunia benih. Tidak perlu meragukan kualitasnya, melalui harga per kemasan yang cukup terjangkau sekitar Rp 115,000. Memiliki keunggulan hasil panen mampu tahan dikirim jarak jauh dan karakter buah keras namun tidak mudah pecah, menjadi faktor utama petani memilih benih cabe keriting satu ini. Lihat produknya.

Luwes

Hadir dalam persaingan panas, Luwes tampaknya tidak mau ketinggalan merebut hati pasar dunia cabe keriting. Hadir dengan mengandalkan sektor benih kembang kol Roo so 45 dan Formula 35, perusahaan BRC asal Magelang ini tampak serius menggarap produk Luwes. Secara keunggulan hampir serupa dengan OR Twist 42, harga pasaran juga hampir mirip kisaran 145,000 – 150,000an. Luwes mampu menjadi alternatif bagi petani yang sulit mendapatkan OR Twist 42. Lihat produknya.

Red Wonder

Benih cabe keriting asal Benih Inti ini juga masuk dalam persaingan ketat dunia cabe. Meskipun memiliki banderol harga lumayan mahal daripada pesaingnya namun Red Wonder tetap yakin dengan harga 155,000 – 160,000an tidak akan membuat rugi. Tahan terhadap virus phytoptora serta layu bakteri dan cocok tanam pada segala dataran (rendah hingga atas). Ada harga – ada kualitas, sepertinya itu prinsip yang dipegang oleh Benih Inti.

Itulah tadi 5 cabe keriting yang paling laris versi Toko Deeres. Jangan lupa kunjungi juga katalog produk kami atau dapat temukan rekomendasi produk dari kami. Serta jangan lupa kunjungi kanal youtube kami agar Juragan semakin mantap menikmati produk asli melalui video. Klik youtube Toko Deeres.

Hot News

Jenis dan Dosis Pemupukan Semangka Dari Awal sampai Akhir!

Pada artikel kali ini, akan kita bahas bagaimana pemupukan semangka yang tepat, tepat jenis, dan tepat dosis. Mulai dari persiapan lahan, sampai pupuk pembuahannya....
Kabar Tani
2
minutes

Ini Tanda Tanaman Cabe Kekurangan 5 Unsur Hara Makro

Tanaman cabe tidak tumbuh dengan normal, bisa disebabkan oleh kekurangan unsur hara. Unsur hara yang paling banyak dibutuhkan tanaman cabe rawit, adalah unsur hara...
Kabar Tani
2
minutes

Hidrogen Peroksida Solusi Bertani Murah, Ini Contoh Produknya

Saat ini, semakin banyak petani yang beralih ke produk-produk pertanian yang lebih aman untuk lingkungan, tidak meninggalkan residu. Produk-produk pertanian tersebut juga relatif lebih...
Kabar Tani
3
minutes

Harus Urut! Cara Panen Cabe yang Benar di Musim Hujan

Apa kabarnya yang kemarin baru tanam cabe musim hujan? Sudah mendekati panen ya gan. Nah, saya rasa Juragan perlu tahu nih apa saja yang...
Kabar Tani
2
minutes
spot_img
const columns = document.querySelectorAll('.column'); columns.forEach(column => { column.addEventListener('dragover', event => { event.preventDefault(); column.classList.add('drag-over'); }); column.addEventListener('dragleave', () => { column.classList.remove('drag-over'); }); column.addEventListener('drop', event => { column.classList.remove('drag-over'); const draggingCard = document.querySelector('.dragging'); column.appendChild(draggingCard); }); }); const cards = document.querySelectorAll('.card'); cards.forEach(card => { card.addEventListener('dragstart', () => { card.classList.add('dragging'); }); card.addEventListener('dragend', () => { card.classList.remove('dragging'); }); });