Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Alat dan Bahan Sederhana

Tokodeeres – Jika gemar bercocok tanam, pupuk menjadi salah satu kebutuhan untuk nutrisi tanaman, oleh karena itu, mempelajari cara membuat pupuk organik cair menjadi prioritas, khususnya ketika harga pupuk organik terus merangkak naik. Selain itu, pupuk organik cair juga dapat diproduksi memakai bahan dan alat sederhana.

Berdasarkan bentuknya, pupuk organik jenisnya ada padat dan cair.

Pupuk padat merupakan pupuk yang dibuat dengan bentuk padatan, baik berupa butiran, tepung, atau tablet. Secara umum, pupuk padat mengandung unsur makro.

Sedangkan, berbeda dari pupuk padat, pupuk cair diproduksi dalam keadaan cair. Biasanya, pupuk cair memiliki unsur hara mikro. Akan tetapi, juga terdapat pupuk makro yang juga berbentuk cair.

Selain itu, pupuk organik cair merupakan pupuk yang diperoleh melalui fermentasi bahan-bahan organik dalam bentuk larutan.

Pupuk ini bersifat cair sehingga memiliki karakter untuk mempermudah tanaman dalam menyerap nutrisi.

Dalam praktiknya, penggunaan pupuk organik cair juga sangat sederhana seperti menyiram tanaman secara berkala.

Pupuk Organik Cair Mulai Populer

Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Alat dan Bahan Sederhana

Ternyata, tanaman tumbuh optimal dengan bantuan pupuk, khususnya dengan pupuk organik yang dapat produksi dalam skala besar atau kecil.

Pupuk organik cair berperan untuk memperbaiki fisik tanaman, meningkatkan produktivitas tanaman, dan menggemburkan media tanam seperti tanah. Tanaman yang sehat juga menawarkan panen secara melimpah. Hal ini menjadi alasan kenapa pupuk organik cair menjadi primadona.

Pupuk organik cair juga memiliki beragam kelebihan, seperti mampu menghemat biaya dan ramah lingkungan. Waktu pembuatan pupuk organik juga tidak kalah menguntungkan, sebab tidak membutuhkan waktu lama.

Pada akhirnya, tanaman dengan pupuk organik juga memiliki harga jual yang tinggi karena tidak tercampur senyawa kimia yang berbahaya.

1. Mulai Produksi Menggunakan Alat Sederhana

Lantas, apa saja alat-alat yang kamu butuhkan untuk memproduksi pupuk organik cair? Ternyata, alat yang dibutuhkan sangat sederhana, seperti wadah besar (jerigen plastik, tong, ember, dan lain-lain), selang, botol plastik, sekop atau kayu khusus untuk mengaduk, dan kain.

Tentu saja, alat-alat ini dapat ditemukan dengan mudah sehingga tidak perlu membelinya.

Cara membuat pupuk organik cair sebenarnya menggunakan teknik pengomposan, di mana teknik ini menghasilkan produk cair atau padat.

Pengomposan merupakan teknik mengolah sampah yang tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.

Sedangkan, teknik-teknik lain yang tidak rekomended adalah metode penumpukan atau membiarkan sampah-sampah membusuk alakadarnya dan metode pembakaran penyebab senyawa berbahaya.

Selain membutuhkan alat sederhana, ternyata pupuk ini juga efektif untuk lahan pertanian. Dengan alat penyemprotan pupuk cair, pupuk ini dapat diterapkan di daun, batang, bunga, atau media tanaman untuk meningkatkan hasil panen menjadi optimal.

2. Membutuhkan Bahan Cair dan Lembek

Alat dan bahan sederhana merupakan keunggulan pupuk ini. Seperti namanya, pupuk organik cair juga berasal dari bahan-bahan organik, khususnya bahan-bahan yang juga berbentuk cair.

Misalnya adalah urine hewan peliharan yang kamu kumpulkan, seperti urine kelinci, urine kambing, urine sapi, dan lain-lain. Selain itu, air buah kelapa, air bekas cucian beras, dan tetes tebu juga dapat menjadi bahan-bahan berikutnya.

Cara membuat pupuk organik cair juga membutuhkan bakteri EM4 yang bertanggung jawab terhadap proses fermentasi.

Kemudian, selain bahan-bahan berbentuk cair, kamu juga dapat menggunakan limbah rumah tangga lainnya yang cenderung berbentuk lembek seperti sayuran atau kotoran hewan. Sedangkan, bahan-bahan tambahan meliputi sabut kelapa, serbuk gergaji, tanah, dan lain-lain.

Baca juga : Cara Menanam Bawang Merah Agar Hasil Optimal

3. Mengolah Bahanuntuk Produksi

Bahan-bahan yang terkumpul tetap membutuhkan pengolahan agar pupuk dapat diproduksi secara optimal. Pengolahan meliputi pencucian bahan dengan air, memotong bahan sampai memiliki ukuran kecil, sampai mencampur bahan secara merata.

Selanjutnya, bahan-bahan yang dikumpulkan dapat tercuci memakai air bersih. Tujuannya untuk melarutkan zat-zat berbahaya pada bahan-bahan organik agar tidak menghambat proses pengomposan.

Misalnya, kulit buah yang mengandung pestisida atau bahan-bahan organik yang terkontaminasi besi-besi berkarat. Sedangkan, bahan-bahan cair lainnya sebaiknya kamu simpan dalam wadah plastik untuk mencegah pencemaran.

Langkah ini belum selesai, soalnya kamu harus memotong bahan-bahan yang tampak besar dalam ukuran-ukuran kecil. Dengan kata lain, mencincang bahan-bahan hingga halus sangat bagus.

Soalnya, hal ini mempersingkat proses fermentasi agar kamu menggunakan pupuk organik secepat mungkin. Kemudian, campur bahan secara merata sebelumĀ  memasuki proses pengomposan.

4. Pengomposan dalam Proses Pupuk Organik Cair

Cara membuat pupuk organik cair berikutnya adalah proses pengomposan. Proses ini bisa kamu mulai dengan mengaktifkan mikroba fermentasi, yakni melarutkan EM4 dalam tetes tebu selama 20 menit.

Lantas, kamu bisa mencampur limbah rumah tangga yang terolah, kotoran ternak, sabut kelapa, dan lain-lain ke dalam wadah besar. Setelah rata, campurkan larutan mikroba.

Bahan-bahan cair lainnya dapat kamu tuang setelahnya, seperti urine, air buah kelapa, dan air cucian beras. Kemudian, kamu dapat menambahkan air secukupnya sehingga bisa aduk perlahan-lahan menggunakan sekop atau kayu khusus.

Selanjutnya, kamu harus menutup wadah dengan rapat, tetapi tetap terdapat selang yang berakhir pada botol plastik berisi air.

Soalnya, pengomposan pupuk organik cair memakai reaksi anaerob sehingga wadah harus tertutup rapat. Sedangkan, selang memiliki peran penting untuk menstabilkan suhu di dalam wadah.

Proses pengomposan pupuk cair juga tergolong singkat, yakni hanya membutuhkan waktu selama 10 hari. Pupuk cair yang matang akan mengeluarkan aroma menyerupai fermentasi tape.

5. Penyaringan dan Penerapan Pupuk Organik Cair

Cara membuat pupuk organik cair tidak memiliki waktu baku untuk menentukan apakah pupuk tersebut telah matang atau tidak. Kamu hanya perlu mencium aroma pupuk tersebut sebagai faktor penentu.

Nah, setelah fermentasi sudah selesai, perlu proses penyaringan untuk memisahkan ampas dengan pupuk cair yang dapat digunakan. Penyaringan menggunakan kain tipis.

Di sisi lain, ampas yang tersisa juga dapat untuk sebagai pupuk padat.

Sedangkan, cara menggunakan pupuk cair membutuhkan perbandingan tertentu, yakni 5 liter air dapat masuk dengan 20 mililiter pupuk organik cair.

Akan tetapi, hal ini tetap dapat disesuaikan terhadap kebutuhan tanaman, misalnya tanaman tertentu yang membutuhkan nutrisi berlimpah.

Sebaiknya, tetap hindari pemakaian pupuk organik cair secara berlebihan untuk menghindari kematian. Soalnya, pupuk tidak hanya diterapkan pada media tanam, tetapi juga di daun, batang, sampai bunga.

Sebagai saran, gunakan pupuk cair dengan selang waktu seminggu sekali atau tiga hari sekali di musim hujan dengan dosis sesuai karakteristik tanaman.

Perlu kamu ketahui, pupuk cair bukan sebagai pupuk utama untuk bercocok tanam. Soalnya, nutrisi pupuk organik cair lebih rentan terbawa erosi, meskipun juga lebih mudah terserap tanaman.

Alhasil, kamu tetap membutuhkan pupuk padat untuk pupuk dasar atau utama.

Demikian cara efektif membuat pupuk organik cair dari alat dan bahan-bahan sederhana. Pokoknya, kamu tidak perlu takut untuk mempraktekkan cara membuat pupuk organik cair di rumah, soalnya sangat sederhana untuk pemula.

 

Jangan lupa kunjungi juga katalog produk kami atau dapat temukan rekomendasi produk dari kami.

Kabar Tani Lainnya

Cara Memilih Bibit Cabe Yang Bagus, Sudah Tahu?

Harga cabai di pasaran bersifat fluktuatif. Mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu, terutama menjelang peringatan hari besar nasional. Harga cabai kian melambung tinggi...