Cara Menanam Pepaya di Lahan Sempit, Intip Caranya

Pada zaman dahulu, cara menanam pepaya lazim orang lakukan di lahan yang luas. Akan tetapi, seiring pertambahan penduduk, lahan semakin sempit hingga menimbulkan problematik untuk orang-orang yang ingin menanam pepaya.

Misalnya seperti rumah-rumah di kota besar yang jarang memiliki pekarangan. Dampaknya, menanam buah untuk aktivitas berkebun menjadi langka.

Oleh karena itu, orang-orang mempopulerkan istilah tabulampot atau menanam buah dalam pot. Secara sederhana, tabulampot sebagai cara budidaya buah-buahan menggunakan media tanam secara terbatas, seperti pot, polybag, atau ember bekas.

Tabulampot terus bekembang di tangan pecinta tanaman, termasuk untuk menanam buah pepaya di pekarangan yang benar-benar terbatas.

Belajar Cara Menanam Pepaya dengan Mengenal Jenis-Jenisnya

Cara Menanam Pepaya di Lahan Sempit, Intip Caranya

Pepaya tergolong sebagai salah satu tanaman buah-buahan yang kerap masyarakat budidayakan di Indonesia. Soalnya, pepaya mudah kamu tanam di negara beriklim tropis. Pepaya juga memiliki beragam jenis atau varietas dengan karakteristik yang berbeda.

Beberapa di antaranya memiliki buah yang enak sehingga cocok sebagai buah-buahan. Akan tetapi, beberapa lainnya tidak demikian, melainkan cocok dibudidayakan untuk konsumsi.

Oleh karena itu, kamu harus mengenal jenis-jenis pepaya terlebih dahulu untuk memutuskan pepaya apa yang akan kamu tanam.

1. Pepaya California

Jika bertanya pepaya paling populer, maka jawabannya adalah pepaya California. Meski memiliki nama California, tetapi pepaya ini justru berasal dari Indonesia.

Selain mempunyai rasa buah yang enak, pepaya California memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi sehingga mudah kamu budidayakan. Pada umumnya, pepaya California tumbuh optimal di tanah humus dengan  mengandung sedikit pasir.

Pepaya ini memiliki daging buah berwarna merah dan cerah. Rasanya juga lebih enak, sebab menawarkan rasa manis yang menggoda.

Petani dapat memanen pepaya California setiap 8 atau 9 bulan sekali. Sedangkan, setiap pohon dapat menghasilkan 2 hingga 3 buah pepaya. Akan tetapi, hal ini sangat tergantung pada kesuburan tanah.

2. Pepaya Cibinong

Cara menanam pepaya memang harus memerhatikan jenis atau varietas. Selain pepaya California, Indonesia juga memiliki pepaya lokal lainnya, yakni pepaya Cibinong.

Sesuai namanya, pepaya ini berasal dari daerah Cibinong. Jika kamu amati baik-baik, pepaya Cibinong memiliki karakteristik tertentu, seperti buahnya yang tampak berbentuk lonjong dan lancip di bagian ujung.

Pada umumnya, pepaya Cibinong cukup orang gemari , khususnya karena memiliki sifat yang mampu bertahan lama saat disimpan di ruang terbuka. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab pepaya Cibinong memiliki kulit yang cukup keras dan kasar.

Selain itu, pepaya ini juga memiliki rasa yang manis, di mana dagingnya tampak berwarna kuning.

3. Pepaya Bangkok

Kali ini seperti namanya, pepaya Bangkok merupakan jenis pepaya yang berasal dari Bangkok, Thailand.

Pada awalnya, pepaya ini mulai masuk di Indonesia pada tahun 1970-an. Kemudian, pepaya Bangkok mulai digemari orang-orang. Soalnya, tidak seperti jenis pepaya yang lain, pepaya Bangkok mampu berbuah dalam waktu 1 tahun.

Selain itu, pepaya Bangkok juga memiliki buah dengan rasa yang enak, di mana buahnya berwarna jingga dan kemerah-merahan. Teksturnya memang sedikit keras, tetapi tetap dapat dinikmati orang-orang seperti pepaya California.

Bahkan, buahnya tidak sekadar kamu konsumsi semata, tetapi juga berubah menjadi produk kosmetik. Oleh karena itu, pepaya Bangkok menjadi primadona.

Cara Menanam Pepaya dalam Pot

Tidak hanya masalah lahan yang sempit, tetapi pekarangan yang tidak memiliki tanah juga menjadi kendala bercocok tanam. Oleh karena itu, menanam buah pepaya di dalam wadah menjadi solusi, meskipun buah pepaya memiliki batang yang besar dan tinggi.

Berdasarkan penelitian, budidaya pepaya sebaiknya dilakukan di dataran rendah, yakni pada ketinggian kurang dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

Di sisi lain, pepaya tumbuh optimal pada ketinggian 500 sampai 700 meter di atas permukaan laut. Akan tetapi, di daerah kering, pepaya tetap dapat tumbuh dengan penyiraman secara teratur.

1. Mengolah Media Tanam

Kamu harus memerhatikan media tanam baik-baik, sebab pepaya ditanam di dalam wadah dengan kandungan nutrisi yang terbatas.

Pepaya tumbuh optimal di media campuran tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 2:1.

Dalam hal ini, kamu harus menyiapkan pot, polybag, atau ember bekas berukuran besar, yakni dengan diameter minimal 40 sentimeter.

2. Memilih Benih dan Proses Penyemaian Pepaya

Selain membeli benih di toko pertanian, kamu juga dapat membuatnya sendiri. Caranya dengan mengeringkan biji pepaya  yang telah diseleksi.

Biji sebaiknya berasal dari pepaya matang di pohon. Kemudian, ambil biji di bagian tengah atau ujung untuk biji terbaik.

Nah, sebelum proses penyemaian, rendam benih dengan air hangat selama semalaman. Tujuannya untuk merangsang proses perkecambahan sehingga penyemaian menjadi efektif.

Cara menanam pepaya sebaiknya menggunakan benih yang tetap tenggelam, sedangkan benih yang mengapung di proses perendaman memiliki kualitas yang kurang optimal.

Benih selanjutnya dibungkus tisu basah sebelum mulai dimasukkan ke dalam plastik klip. Jangan lupa jaga kelembaban dan jauhkan dari sinar matahari secara langsung.

Setelah 7 sampai 12 hari, benih mulai berkecambah. Kemudian, kamu harus memindahkan benih tersebut ke tempat penyemaian.

Selain itu, benih yang tumbuh menjadi bibit juga harus disiram secara berkala. Setelah bibit memiliki 5 daun, kamu dapat memindahkannya ke tempat pembesaran.

3. Pemindahan Bibit

Pemindahan bibit dilakukan pagi atau sore hari untuk menghindari tanaman menjadi stres.

Sebelumnya, kamu pun harus memindahkan media tanam di dalam pot, di mana terdapat pecahan genting di dasar wadah. Tujuannya menjaga lubang drainase agar berperan optimal.

Kemudian, bibit ditanam dalam keadaan tegak sehingga bagian akar tetap tertutup tanah.

4. Proses Perawatan

Semua orang ingin pepaya yang ditanam di dalam pot, polybag, atau ember bekas dapat tumbuh secara optimal. Oleh karena itu, kamu harus memerhatikan proses perawatan.

Selain menyiram dan memupuk tanaman secara teratur, pepaya juga membutuhkan proses penyulaman. Proses ini dilakukan saat pepaya berusia 1,5 bulan untuk mengoptimalkan pertumbuhan.

Cara menanam pepaya membutuhkan pupuk susulan di minggu kedua. Tujuannya untuk menyuplai nutrisi di media tanam yang sangat terbatas.

Dalam hal ini, kamu dapat menggunakan pupuk kandang atau kompos, sebab tergolong pupuk organik sehingga lebih menyehatkan, di mana buah pepaya lebih aman untuk dikonsumsi. Kemudian, bunga akan muncul di usia 4 bulan.

5. Panen

Orang-orang dapat memanen buah pepaya saat memasuki masa tanam 9 bulan. Akan tetapi, hal ini tetap tergantung pada jenis-jenis pepaya.

Selain itu, produktivitas pepaya juga dipengaruhi banyak hal, seperti iklim dan proses perawatan. Nah, kamu dapat memetik buah pepaya saat buah ini mulai matang, yakni ketika kulit tampak menguning.

Demikian ulasan cara menanam buah pepaya saat orang-orang memiliki lahan yang terbatas. Sebagai saran, cobalah menanam pepaya California yang cenderung memiliki ukuran kecil. Tujuannya agar pepaya tumbuh optimal di dalam pot, polybag, atau ember bekas.

Pada akhirnya, semoga kamu dapat mempraktikkkan cara menanam pepaya dengan baik dan benar.

 

Jangan lupa kunjungi juga katalog produk kami atau dapat temukan rekomendasi produk dari kami.

Kabar Tani Lainnya

Cara Merawat Cabe Rawit di Musim Kemarau Sangat Mudah!

Anda sedang resah dan khawatir karena ingin menanam cabe di kala musim kemarau? Tenang saja! Ada beberapa tips dan cara merawat cabe rawit di...