Jenis Cabe Rawit Terbaik Ini Ada di Indonesia, Nomor 4 Unik Banget Namanya!

Bukan rahasia umum lagi jika cabe rawit menjadi komponen pokok yang wajib ada di dapur orang Indonesia. Bukan Cuma rasa pedasnya saja yang dicari, tapi juga aroma dan efek gurih yang diberikan mampu membuat aneka masakan menjadi semakin lezat. Tak heran jika beberapa jenis cabe rawit terbaik ada di Indonesia.

Selama ini kita mengenal dua jenis cabai rawit berdasarkan warna buahnya, yakni cabai rawit hijau dan cabai rawit merah. Sesuai namanya, cabai rawit hijau memiliki warna hijau meskipun sudah matang.

Hanya saja ukurannya lebih kecil dan tidak sepedas cabe rawit merah. Kedua jenis cabai rawit ini melimpah ruah di pasar tradisional.

4 Jenis Cabe Rawit Terbaik yang Sering ditanam Oleh Petani Cabai Tanah Air

Ternyata jenis cabai rawit lebih luas daripada itu. Beberapa bahkan memiliki nama-nama yang unik dan rasa yang fantastis, yang mungkin belum pernah Anda temui sebelumnya. Mau tahu apa sajakah itu?

Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

1. Cabe Rawit Bara

Cabai yang memiliki tipe lokal non hibrida ini bisa tumbuh mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Bentuknya lebih tegak daripada cabai rawit lokal biasa.

Dalam satu tanaman mampu panen sebanyak 0,4 – 0,6 kg atau sekitar 500 – 600 buah cabai segar. Dimana setiap buahnya memiliki panjang sekitar 3 – 4 cm dan diameter sekitar 0,5 – 0,6 cm.

Ini merupakan jenis cabai rawit yang memiliki rasa pedas menyengat dan produktivitas yang tinggi, sehingga banyak di budidaya oleh petani tanah air.

2. Cabai Rawit Cakra Putih

Jenis cabe rawit terbaik selanjutnya yang juga memiliki nama yang unik adalah cabai rawit cakra putih. Tak seperti jenis cabai lokal lainnya, cabai yang satu ini memiliki warna putih kekuningan ketika masih mentah. Sedangkan setelah matang, ia akan berubah warna menjadi merah.

Cabai yang memiliki banyak cabang ini juga terkenal akan keunggulan varietasnya yang toleran terhadap penyakit antraknosa. Dengan perawatan yang tepat, cabai rawit cakra putih bisa dipanen pada umur 105 hari atau sekitar 3 bulanan.

3. Cabai Rawit Varietas Sonar

Cabai hibrida memang di kenal akan kualitasnya yang bagus dan produktivitas yang tinggi. Salah satu jenis cabai hibrida yang banyak ditanam di tanah air adalah jenis varietas sonar.

Keunggulan atau ciri khas lainnya dari cabai hibrida ini ialah bentuk tanamannya yang pendek tapi tegak. Sehingga mudah untuk dibudidayakan.

Cabai yang memiliki warna hijau gelap saat mentah ini memiliki masa panen yang lebih pendek dari cabai rawit lokal, yakni sekitar 73 HST. Dengan bobot cabai yang lumayan, cabai rawit varietas sonar menjadi merah tua setelah matang.

4. Cabai Rawit Pelita

Jenis cabai rawit unggul berikutnya adalah cabai rawit pelita, yang mampu hidup di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Cabai yang memiliki tinggi sekitar 70 cm ini bisa dipanen pada umur 100 hari. Untuk produktivitasnya sendiri cukup tinggi, yakni sekitar 0,7 kg per tanaman.

Selain itu, cabai rawit pelita juga memiliki keunggulan varietas kebal terhadap penyakit layu bakteri, yang di kenal dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Cabe Rawit Master, Jenis Cabe Rawit Terbaik yang Mesti Anda Coba!

Tak perlu jauh-jauh ke toko bibit, karena melalui gadget Anda sudah bisa menemukan tempat yang jual bibit cabe rawit Master.

Salah satu tempat tersebut adalah Toko Derees yang bisa Anda temukan di marketplace Shopee dan Tokopedia. Master sendiri merupakan merk bibit cabai unggul yang laris manis di Toko Derees lantaran harganya ekonomis yaitu 125 ribu rupiah per pcs.

Yuk, pesan sekarang juga jenis cabe rawit terbaik kami ini!

Kabar Tani Lainnya

Perbedaan Sprayer Yokohama 18 Liter dengan 16 Liter

Toko Deeres - Ternyata alat semprot Yokohama ada dua jenis, yaitu sprayer Yokohama 18 liter dan sprayer Yokohama 16 liter. Proses rilisnya lebih dahulu yang...