back to top

Kesuburan Tanah dan Pemupukan, Jurus Cepat Lebih Gembur

Kesuburan tanah, selama ini identik dengan ketercukupan unsur hara bagi kebutuhan tanaman. Itu benar. Tapi, tanah dikatakan sehat, apabila mampu menjadi media pertumbuhan bagi tanaman, untuk hidup tanpa kendala. Ketika sudah jenuh oleh residu pupuk kimia, akan mempersulit reaksi perubahan unsur hara, menjadi tersedia.

7 Ciri – Ciri Tanah Tidak Sehat

  • Padat dan keras. Kondisi tanah ini sulit untuk dicangkul.
  • Jika tergenang air, selalu terdapat buih di permukaan air.
  • Tidak mampu mengikat air dengan baik. Tanah yang tidak sehat akan cepat kering jika cuaca terik.
  • Jika melakukan pemupukan, dampaknya kurang berpengaruh pada tanaman.
  • Jika kita ukur pH-nya menunjukkan angka yang rendah.
  • Melihat dari sejarah tanaman sebelum-sebelumnya, sering terserang patogen tular tanah, yang menyebabkan layu atau busuk batang.
  • Dan yang terakhir perakaran tanaman, tidak dapat berkembang normal.

Maka untuk menyehatkan tanah kembali, harus dilakukan di musim kemarau. Sebab, pada musim hujan, tanah mengandung terlalu banyak air. Apabila kita beri EM4 pun, efeknya tidak bagus. Masih terindikasi liat karena sudah terlanjur mengandung air. Selengkapnya, lakukan langkah berikut.

 

Pemberian abu dan arang sekam

Fungsinya, mirip-mirip dengan asam humat. Pupuk kimia biasanya akan menguap ketika panas dan mudah tercuci. Nah, bahan ini, bukan hanya menyerap air, tapi juga nutrisi, bahkan mikroba yang dibutuhkan tanaman. Pelepasan pupuk, nanti akan slow release. Biochar dalam bentuk arang sekam ini, memberikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman. Semakin banyak yang perlu disuplai, maka akan banyak hara yang dikeluarkan untuk tanaman. Namun, ketika sudah cukup, maka akan pelan lepasnya.

Arang sekam sebagai biochar mengandung silika yang tinggi, yaitu sekitar 52% dan unsur karbon sekitar 31%. Selain memperbaiki porositas, arang sekam juga berpengaruh dalam kelarutan unsur P dalam tanah. Jika unsur silika dalam tanah kurang dari 5%, tanaman sulit tegak, dan mudah roboh.

Setiap 10 meter persegi bedengan, membutuhkan satu karung. Ini agar tanah tidak lagi padat. Arang sekam ini, nantinya juga akan menjadi tempat bagi mikroorganisme. Karena nanti dalam memperbaiki kondisi tanah, juga mengaplikasikan mikroorganisme.

Baca juga : PUPUK CAIR PERANGSANG BUNGA BUAH HASIL FERMENTASI, RESEP IRIT

Sebelum tanam, atau tepatnya setelah olah tanah, biarkan lahan terpapar sinar matahari selama satu minggu

Untuk mematikan bakteri-bakteri patogen dan membebaskan gas-gas yang terjebak di tanah secara optimal.

 

Jika tanah terindikasi asam, gunakan dolomit untuk ditaburkan di permukaan tanah sebelum tanah diolah

Walaupun sebenarnya, dengan aplikasi arang sekam saja sudah bisa menurunkan keasaman tanah. Umumnya, biochar seperti arang sekam memiliki pH di kisaran 8,5 sampai 9. Namun, kalau memang tanah Juragan sangat asam, bukan tidak mungkin jika perlu ditambah pupuk dolomit. Maka silahkan Juragan cek, secara berkala.

 

Jika menggunakan pupuk kimia sebagai pupuk dasar, sesegera mungkin melakukan penutupan mulsa.

Agar pupuk tidak terkikis oleh panas dan air hujan.

 

Setelah mulsa dilubangi, beberapa hari sebelum penanaman bibit, aplikasikan bioaktivator EM4, yang dicampur dengan molase

Dicampur dengan molase, untuk memastikan mikroorganisme yang diberikan ini sudah dalam keadaan aktif.
Aplikasi EM4, dilakukan pada sore hari. Dengan cara kocor, pada lubang tanam.

Pada sore hari, tidak terlalu panas. Mikroorganisme dalam EM4 cenderung lebih aktif pada suhu yang lebih rendah. Ini bisa membantu mikroorganisme bekerja lebih efektif.

Pada tanah yang sangat keras, dosisnya, menggunakan 1 liter EM4 aktif, tambah dengan 1 liter molase, untuk takaran 50 liter air. Siramkan langsung pada lubang tanam.

Yang perlu menjadi perhatian, larutan EM4 ini jangan sampai tercampur dengan bahan-bahan kimia seperti pupuk Urea, ataupun pestisida kimia. Selang waktu penyiraman larutan EM4 dengan penggunaan pupuk kimia atau pestisida, sebaiknya 1 minggu. Selain itu, alat untuk penyiraman pastinya juga harus bebas dari kimia dan pestisida.

Kalau sudah, kapan bibit sudah bisa tanam? Pada satu atau dua hari setelah aplikasi EM4 ini, bibit sudah siap pindah tanam, ke tanah yang lebih sehat.

 

Hanya seperti itu saja Juragan. Kalau tanah sudah sehat, jadi lebih pede lagi, buat ngasih pupuk yang lebih mantap. Sudah pasti terserap, tidak terbuang sia-sia.

 

DAPATKAN PRODUKNYA

EM 4 – Link Shopee 

Hot News

Jenis dan Dosis Pemupukan Semangka Dari Awal sampai Akhir!

Pada artikel kali ini, akan kita bahas bagaimana pemupukan semangka yang tepat, tepat jenis, dan tepat dosis. Mulai dari persiapan lahan, sampai pupuk pembuahannya....
Kabar Tani
2
minutes

Ini Tanda Tanaman Cabe Kekurangan 5 Unsur Hara Makro

Tanaman cabe tidak tumbuh dengan normal, bisa disebabkan oleh kekurangan unsur hara. Unsur hara yang paling banyak dibutuhkan tanaman cabe rawit, adalah unsur hara...
Kabar Tani
2
minutes

Hidrogen Peroksida Solusi Bertani Murah, Ini Contoh Produknya

Saat ini, semakin banyak petani yang beralih ke produk-produk pertanian yang lebih aman untuk lingkungan, tidak meninggalkan residu. Produk-produk pertanian tersebut juga relatif lebih...
Kabar Tani
3
minutes

Harus Urut! Cara Panen Cabe yang Benar di Musim Hujan

Apa kabarnya yang kemarin baru tanam cabe musim hujan? Sudah mendekati panen ya gan. Nah, saya rasa Juragan perlu tahu nih apa saja yang...
Kabar Tani
2
minutes
spot_img
const columns = document.querySelectorAll('.column'); columns.forEach(column => { column.addEventListener('dragover', event => { event.preventDefault(); column.classList.add('drag-over'); }); column.addEventListener('dragleave', () => { column.classList.remove('drag-over'); }); column.addEventListener('drop', event => { column.classList.remove('drag-over'); const draggingCard = document.querySelector('.dragging'); column.appendChild(draggingCard); }); }); const cards = document.querySelectorAll('.card'); cards.forEach(card => { card.addEventListener('dragstart', () => { card.classList.add('dragging'); }); card.addEventListener('dragend', () => { card.classList.remove('dragging'); }); });