back to top

Mengatasi Rontok Bunga Cabe, Perkuat Kalsium Fosfat

Cara tercepat untuk mengatasi daun atau bunga yang gugur, adalah dengan menggunakan pupuk kalsium. Tapi yang tidak bisa luput dari perhatian kita, kelembaban juga harus terjaga, karena pengaruhnya sangat besar. Bukan hanya pada rontok, tapi juga pada serangan jamur. Selain itu, juga pada ph yang tidak pas. Untuk mengatasi rontok bunga cabe, kita gunakan beberapa produk berikut.

Baca juga : 7 PUPUK PELENGKAP CAIR, PUPUK CAIR 30 RIBUAN BIKIN BUAH LEBAT

Pupuk Kocor Fosfat Kalsium

Kaitannya dengan masalah rontok, kita butuh pupuk kalsium untuk kembali menormalkan ph dari asam, sekaligus juga untuk meningkatkan kekuatan dinding sel tanaman.

Di samping itu, kita sebagai petani mengutamakan hasil. Kalau bisa, selain dengan menguatkan tanaman, pupuk juga bisa membuat tanaman kembali berbunga dalam waktu yang cepat. Jenis nutrisi pupuk yang paling tepat untuk meningkatkan bunga, adalah pupuk fosfor. Nah, kandungan fosfor dan kalsium bisa kita temukan sekaligus pada pupuk Bio Fosfat.

Di dalamnya ada 14% fosfat bahkan lebih, kalsium oksida 30%. Tapi, aplikasinya bukan untuk semprot, melainkan dengan cara kocor. Karena, di dalamnya juga ada kandungan agen hayati baik. Di antaranya adalah Trichoderma, yang kita tahu bisa mencegah penyakit tular tanah seperti fusarium dan penyakit penyebab layu.

Ada juga Aspergillus Niger untuk menggemburkan tanah dan mengurai bahan organik yang ada di dalam tanah. Selain itu juga ada Azotobacter, yang merupakan Bakteri yang menambat Nitrogen dari udara, dan mampu melarutkan Phosphate dan Kalium. Masih ada lagi Peudomonas, yaitu Bakteri yang efektif melarutkan Phosphate dan Kalium.

Perpaduan antara pupuk dan bio ini memberikan nilai plus yang mana bahan makanan berupa nutrisi hara dan mikroba yang mengurainya menjadi satu paket tanpa penambahan EM (Efektif Mikroorganisme) lain lagi.

Perbedaan dengan produk-produk Bio lainnya adalah produk lain hanya menjual mikroorganisme saja tanpa dibekali makanannya / unsur-unsur pupuk yang diserap oleh tanaman. Semisal di tempat tersebut kekurangan P jelas mikroorganisme tersebut tidak akan efektif melarutkan karena bahan makanan bagi tanaman tidak tersedia dalam jumlah tertentu bagi tanaman.

Jadi, apa saja keuntungan dari penggunaan pupuk ini? Untuk menaikkan ph tanah, kita tidak perlu kapur pertanian. Juga sudah tentu menghemat pemupukan, karena ada banyak mikroorganisme yang bekerja.

Dosis pemupukan

Dosisnya untuk tanaman cabe adalah sekitar 450 atau 550 kg per hektar. Aplikasinya dengan cara kocor, secara tunggal. Tidak dengan dicampur pupuk lainnya untuk hasil yang lebih baik. Harganya 40 ribuan per kemasan repack 5 kg.

Melihat kandungannya, pupuk tadi sangat direkomendasikan. Tapi kalau memang tidak ada, saya ada pilihan lain untuk Juragan.

Dari perusahaan yang akrab di telinga kita Pak Tani, ada pupuk Phosgro. Yang kandungannya terdiri dari 20% fosfat dan 20% kalsium oksida. Tapi bedanya, kalau dalam pupuk ini tidak ada mikroorganismenya. Hanya ada tambahan 3% magnesium, silika 1,5%, dan beberapa hara lainnya. Walaupun nantinya akan berguna juga.

Magnesium berperan dalam transportasi energi beberapa enzim dalam tanam. Keberadaan magnesium membantu ketersediaan klorofil. Jadi akan memperlancar fotosintesis. Apalagi kalau kondisi daun tanaman Juragan ada yang menguning.

Sementara silika, jika diaplikasikan pada tanah bertugas menstabilkan ph tanah. Jadi juga berfungsi sebagai pembenah tanah.

Sifatnya cenderung sebagai pupuk kimia. Kalau pupuk Bio Fosfat tadi, ada kandungan bahan organiknya. Biasanya, pupuk dengan kandungan organik bisa membuat tanaman bertahan lebih kuat di musim hujan yang ekstrem. Dosis pemakaiannya 100 sampai 300 kg per hektar. Harganya sekitar 5.000 per kilonya. Ini kemasan repack.

Apa bedanya Phosgro dengan Fertiphos? Kalau pakai Fertiphos apa tidak masalah?

Kalau dalam Fertiphos kandungannya 20% fosfat, 15% kalsium oksida, 10% silika, 0,5% boron, dan beberapa hara lainnya. Jenis kandungannya mirip dengan Phosgro, tapi dalam angka yang berbeda. Dari segi harga, tidak jauh berbeda.

Pupuk Kalsium Foliar

Untuk mengatasi rontok bunga cabe atau buah, selain dengan memberikan kalsium secara kocor, kita berikan pupuk kalsium juga secara foliar untuk mempercepat hasil.

Contoh produknya adalah pupuk Kalsitor. Kandungannya terdiri dari kalsium 35%, magnesium 15%, dan boron 5%. Perlu Juragan tahu, magnesium juga selain penting untuk pembentukan klorofil, juga penting dalam pembentukan gula, protein juga karbohidrat. Juga meningkatkan resistensi tanaman terhadap kekeringan dan penyakit. Adanya magnesium yang kita semprot langsung juga berfungsi untuk mencegah kerontokan pada bunga dan bakal buah.

Anjuran pakai pupuk ini sebaiknya dengan dosis 2 sampai 3 mili per liter air. 1 liter pupuk ini harganya sekitar 30 ribuan.

Selain dengan merk tadi, ada juga merk lain sebagai alternatifnya, yaitu pupuk Kalmabitor.

Dalam pupuk ini ada kandungan kalsium sebanyak 35%, magnesium 15%, dan hara boron 5%. Kandungan dalam pupuk ini memang fungsinya sebagai penyempurna kesehatan tanaman yang berfungsi untuk pertumbuhan, serta juga untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil tanaman. Kandungan magnesiumnya tidak kalah banyak dengan yang ada pada pupuk magnesium sulfat. Dengan tambahan sepuluh ribu, pupuk magnesium yang lengkap dengan kalsium dan boron bisa Juragan dapatkan. Itu pun juga dengan kandungan boron yang cukup tinggi, daripada pupuk majemuk lainnya.

Di dalamnya juga ada beberapa unsur hara mikro, asam humat, dan zat adiktif. Per kemasan 500 mili pupuk cair ini harganya sekitar 25 ribuan.

Dosis pemupukan 

Pemakaiannnya, disarankan menggunakan takaran 2 sampai 3 cc per liter. Pupuk ini bisa digunakan untuk berbagai jenis tanaman.

Dalam dua contoh pupuk daun tadi, semuanya memiliki unsur hara boron. Sebenarnya bukan hanya kalsium saja yang berperan pada struktur dinding sel. Boron bahkan juga berperan dalam perpindahan kalsium dalam tanaman.

Kebutuhan boron untuk pertumbuhan generatif juga lebih tinggi karena boron akan meningkatkan produksi dan retensi bunga serta perkembangan biji dan buah. Dan faktanya, boron memiliki pengaruh dalam pertumbuhan serbuk sari.

Jadi, kurang lebih seperti itu Juragan. Cara cepat untuk mengatasi rontok bunga cabe, sekaligus membuat tanaman agar terus berbunga. Diawali dengan kocor pupuk fosfat kalsium dulu, sebagai ph buffer dan agar tanaman terdorong untuk berbunga lagi. Setelah itu aplikasi pupuk secara foliar dengan pupuk daun kalsium yang ada boronnya. Agar bunga tidak lagi rontok dengan dinding sel yang lebih kuat.

 

DAPATKAN PRODUKNYA

Bio Fosfat 5 kg – Link Shopee 
Phosgro 1 kg – Link Shopee 
Fertiphos 1 kg – Link Shopee 
Kalsitor – Link Shopee 
Kalmabitor – Link Shopee 

Hot News

Jenis dan Dosis Pemupukan Semangka Dari Awal sampai Akhir!

Pada artikel kali ini, akan kita bahas bagaimana pemupukan semangka yang tepat, tepat jenis, dan tepat dosis. Mulai dari persiapan lahan, sampai pupuk pembuahannya....
Kabar Tani
2
minutes

Ini Tanda Tanaman Cabe Kekurangan 5 Unsur Hara Makro

Tanaman cabe tidak tumbuh dengan normal, bisa disebabkan oleh kekurangan unsur hara. Unsur hara yang paling banyak dibutuhkan tanaman cabe rawit, adalah unsur hara...
Kabar Tani
2
minutes

Hidrogen Peroksida Solusi Bertani Murah, Ini Contoh Produknya

Saat ini, semakin banyak petani yang beralih ke produk-produk pertanian yang lebih aman untuk lingkungan, tidak meninggalkan residu. Produk-produk pertanian tersebut juga relatif lebih...
Kabar Tani
3
minutes

Harus Urut! Cara Panen Cabe yang Benar di Musim Hujan

Apa kabarnya yang kemarin baru tanam cabe musim hujan? Sudah mendekati panen ya gan. Nah, saya rasa Juragan perlu tahu nih apa saja yang...
Kabar Tani
2
minutes
spot_img
const columns = document.querySelectorAll('.column'); columns.forEach(column => { column.addEventListener('dragover', event => { event.preventDefault(); column.classList.add('drag-over'); }); column.addEventListener('dragleave', () => { column.classList.remove('drag-over'); }); column.addEventListener('drop', event => { column.classList.remove('drag-over'); const draggingCard = document.querySelector('.dragging'); column.appendChild(draggingCard); }); }); const cards = document.querySelectorAll('.card'); cards.forEach(card => { card.addEventListener('dragstart', () => { card.classList.add('dragging'); }); card.addEventListener('dragend', () => { card.classList.remove('dragging'); }); });