back to top

6 Cara Merawat Lidah Buaya, Mudah, Tanpa Ribet

Cara merawat lidah buaya cukup mudah, bahkan bagi pemula. Tanaman kaya manfaat ini juga indah dipandang lantaran bentuknya yang unik. Tanaman ini tidak memiliki batang, hanya akar dan daun. Daunnya berwarna hijau panjang dan bergerigi kecil.

Karena itulah tanaman ini bernama lidah buaya. Tanaman ini termasuk kategori tanaman hias. Banyak orang yang menanam lidah buaya sebagai di pekarangan rumahnya atau bahkan di dalam rumah menggunakan pot.

6 Cara Merawat Lidah Buaya, Mudah, Tanpa Ribet

Lidah buaya memiliki nama ilmiah Aloe Vera. Tanaman dengan segudang manfaat ini baru dapat memanen daunnya setelah berumur minimal dua bulan. Jangan gunakan daunnya sampai tanaman benar-benar tumbuh kuat.

Terlebih lagi jika alasan menanam lidah buaya untuk pengobatan. Manfaat lidah buaya lainnya untuk merawat kecantikan dan juga baik untuk kesehatan rambut dan kulit.

Jika baru membeli tanaman lidah buaya dan ingin mengetahui cara merawat lidah buaya, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Media tanam

Media tanam lidah buaya adalah kerikil (bisa juga dengan perlit atau batu apung) dan tanah berpasir. Buat campuran tanah berpasir dengan perbandingan 1:1, sehingga terbentuk tanah kering yang memiliki daya serap air tinggi.

Alternatif lain adalah dengan mengecek kadar pH tanah. pH tanah yang baik untuk tanaman antara 6 – 8. Jika pH tanah tidak sampai 6, campurkan Dolomit (dapat beli di toko pertanian).

Baca juga : Cara Menanam Lidah Buaya, Gampang, Cepat, Hasil Berlimpah

Dengan demikian, akar dapat tumbuh kuat dan terjaga kelembapannya sehingga tanaman lidah buaya dapat tumbuh subur dan tidak mudah busuk.

2. Pemilihan pot

Gunakan pot dari tanah liat dengan lubang drainase sehingga sirkulasi air berjalan lancar dan tidak menggenang di dalam pot. Air yang menggenang dapat menyebabkan akar busuk.

Siapkan pot besar untuk tempat lidah buaya. Tanaman ini mudah menghasilkan tunas baru, sehingga memerlukan ruang yang besar untuk tumbuh.

Isi dasar pot dengan 1-2 lapis kerikil untuk memperlancar aliran pembuangan air. Kemudian penuhi pot dengan tanah berpasir sampai ⅔ pot terisi. Buat lubang agak dalam agar seluruh akar sampai seperempat bagian tanaman (terhitung dari ujung akar sampai pucuk tanaman) terbenam.

Baca juga : Benih Bunga Marigold – GOLDEN BLOOM F1 – 100 Btr – Cap Panah Merah

3. Penyiraman

Cara merawat lidah buaya adalah dengan membiarkannya selama 7 hari pertama setelah masa tanam tanpa disiram. Dengan demikian akar tanaman sempat mengeluarkan akar baru dan terhindar dari busuk akar.

Lidah buaya merupakan tanaman gurun, oleh karena itu tidak terlalu memerlukan banyak air. Ditambah lagi daun lidah buaya berdaging tebal dan berair, yang berfungsi untuk menyimpan air.

Dengan begitu, cukup sirami 2-3 minggu sekali dengan air secukupnya. Siram dengan menyeluruh, namun jangan berlebihan. Pastikan air dapat mengalir keluar dari pot dengan lancar. Untuk penyiraman berikutnya, sebaiknya tunggu media tanam kering terlebih dahulu.

4. Pupuk

Perhatikan pemberian pupuk sebagai sumber nutrisi tanaman agar dapat tumbuh subur dan sehat. Beri pupuk NPK dengan kandungan nitrogen, phosphorus (fosfor), dan kalium atau pupuk organik.

Gunakan pupuk berbahan dasar air dengan kandungan fosfor yang banyak. Berikan pupuk sesuai dengan petunjuk penggunaan. Pemberian pupuk berlebih dapat menyebabkan akar busuk.

Baca juga : Cara Merawat Aglaonema agar Cepat Beranak, Praktek Yuk!

5. Cahaya

Pastikan lidah buaya mendapatkan cahaya matahari yang optimal di pagi atau sore hari untuk berfotosintesis. Idealnya, lidah buaya mendapatkan sinar matahari antara 8 – 10 jam dalam sehari.

Oleh karena itu, letakkan di tempat yang cerah namun teduh. Cuaca panas namun tidak terik cocok untuk lidah buaya sehingga dapat tumbuh dengan baik. Daun lidah buaya akan berbintik cokelat dan bersisik jika terkena sinar matahari secara langsung.

Selain itu, jauhkan tanaman dari hembusan langsung angin dingin seperti jendela atau AC. Cuaca dingin bisa menyebabkan lidah buaya mati.

6. Waspadai hama

Waspada terhadap jamur, hama, juga penyakit. Gunakan pestisida organik yang alami untuk mencegah serangan hama seperti kutu daun dan kutu putih. Jaga agar tanah tetap kering sehingga jamur enggan tumbuh.Serangan Jamur Lidah Buaya

Cara merawat lidah buaya adalah dengan memperhatikan kondisi daun lidah buaya. Dengan demikian, akan mudah mengetahui apa yang dibutuhkan tanaman tersebut. Daun lidah buaya yang sehat lurus menjulang ke atas dan montok.

Jika daunnya keriting dan tipis, maka lidah buaya membutuhkan lebih banyak air. Sementara ketika daunnya terkulai, artinya lidah buaya kekurangan sinar matahari.

Cara merawat lidah buaya tidak sulit, bukan? Perhatikan langkah-langkah di atas, dan tanaman lidah buaya akan menjulurkan daunnya yang gemuk dengan tegak, sebagai rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.

Hot News

Jenis dan Dosis Pemupukan Semangka Dari Awal sampai Akhir!

Pada artikel kali ini, akan kita bahas bagaimana pemupukan semangka yang tepat, tepat jenis, dan tepat dosis. Mulai dari persiapan lahan, sampai pupuk pembuahannya....
Kabar Tani
2
minutes

Ini Tanda Tanaman Cabe Kekurangan 5 Unsur Hara Makro

Tanaman cabe tidak tumbuh dengan normal, bisa disebabkan oleh kekurangan unsur hara. Unsur hara yang paling banyak dibutuhkan tanaman cabe rawit, adalah unsur hara...
Kabar Tani
2
minutes

Hidrogen Peroksida Solusi Bertani Murah, Ini Contoh Produknya

Saat ini, semakin banyak petani yang beralih ke produk-produk pertanian yang lebih aman untuk lingkungan, tidak meninggalkan residu. Produk-produk pertanian tersebut juga relatif lebih...
Kabar Tani
3
minutes

Harus Urut! Cara Panen Cabe yang Benar di Musim Hujan

Apa kabarnya yang kemarin baru tanam cabe musim hujan? Sudah mendekati panen ya gan. Nah, saya rasa Juragan perlu tahu nih apa saja yang...
Kabar Tani
2
minutes
spot_img
const columns = document.querySelectorAll('.column'); columns.forEach(column => { column.addEventListener('dragover', event => { event.preventDefault(); column.classList.add('drag-over'); }); column.addEventListener('dragleave', () => { column.classList.remove('drag-over'); }); column.addEventListener('drop', event => { column.classList.remove('drag-over'); const draggingCard = document.querySelector('.dragging'); column.appendChild(draggingCard); }); }); const cards = document.querySelectorAll('.card'); cards.forEach(card => { card.addEventListener('dragstart', () => { card.classList.add('dragging'); }); card.addEventListener('dragend', () => { card.classList.remove('dragging'); }); });