Cara Menanam Lidah Buaya, Gampang, Cepat, Hasil Berlimpah

spot_img

Cara menanam lidah buaya perlu mendapatkan perhatian agar pada pelaksanaannya nanti hasilnya berlimpah. Bukan hanya berlimpah, namun tanaman juga subur, sehat, gemuk, dan manfaatnya benar terasa. Waktu tanam sampai menghasilkan atau panen umumnya berkisar antara 10-12 bulan.

Sudah tidak asing lagi bahwa manfaat dari lidah buaya ini sangat banyak. Mulai dari kecantikan kulit, rambut, kesehatan, serta untuk penyembuhan bagian tubuh lainnya. Itulah sebabnya sebelum Anda mulai membudidayakannya, baiknya mengetahui cara menanam lidah buaya agar panennya lebih optimal.

Ikuti Langkah-Langkah Cara Menanam Lidah Buaya

Anda mungkin ingin juga membudidayakan tanaman lidah buaya ini. Tanaman yang super kaya manfaat, perawatan hemat, dan sangat mudah membudidayakannya. Langsung saja meluncur untuk lebih lanjut mengetahui langkah mudah menanam lidah buaya.

1. Persiapkan Wadah

Wadah bisa berupa pot khusus tanaman maupun yang berasal dari barang-barang bekas. Contohnya adalah dari bekas galon air mineral, drum bekas, atau apa saja yang memiliki drainase yang baik.

Jika memang wadah yang ada belum memiliki lubang untuk drainase, maka sebaiknya lubangi sendiri. Pot atau wadah penanaman umumnya bergaris tengah antara 1 sampai 2 inci. Ukuran harus lebih besar dari akar lidah buaya itu ya.

2. Mulai Penanaman

Cara menanam lidah buaya dapat menggunakan media tanam yang sama dengan untuk tanaman sukulen. Kedua tanaman ini memang tidak membutuhkan banyak air untuk kesuburannya.

Selanjutnya gali media tanam untuk meletakan lidah buaya yang sudah dipersiapkan. Tidak perlu terlalu dalam karena akar-akar lidah buaya persebarannya hanya sekitar area permukaan tanah.

3. Ketersediaan Sinar Matahari

Sinar matahari perlu untuk kesuburan namun sebaiknya memang tidak secara langsung mengenai lidah buaya. Perubahan warna menjadi coklat maupun putih yang berlangsung tiba-tiba dapat terjadi karena paparan sinar matahari.

Perhatikan bahwa tanaman ini cukup sensitif terhadap perubahan suhu yang drastis. Akan lebih baik meletakkannya tidak terlalu dekat dengan pintu ataupun ventilasi ruangan lainnya. Lebih berhati-hati pada musim dingin.

Cara menanam lidah buaya di pot

4. Frekuensi Penyiraman

Memang merawat lidah buaya cukup menyenangkan. Pasalnya cara menanam lidah buaya serta perawatan dalam hal penyiraman tidak perlu setiap hari melakukannya. Bahkan penyiraman cukup hanya satu kali pada kurun waktu 2 sampai 3 minggu.Cara merawat tanaman lidah buaya

Pastikan saja bahwa media tanamnya sudah benar-benar kering saat menyiram kembali. Trik mengetahui kelembabannya dengan cara menusuk tanah dengan kayu atau jari. Ingat aliran air harus mengenai keseluruhan media tanam. Pengeluaran air juga harus lancar sehingga tidak menimbulkan kebusukan pada tanaman.

5. Pemupukan

Selain cara menanam lidah buaya yang mudah, pemupukan pun sebetulnya tidak terlalu perlu. Namun, agar lebih optimal silahkan saja memberikan pupuk agar lebih subur dan indah.

Pemberian pupuknya bisa berupa nutrisi organik dengan frekuensi pemberian cukup sekali saja dalam satu tahun. Pada saat panen nanti, pilihlah daun bagian bawah. Daun bagian inti kandungan gel-nya lebih banyak.

Tanaman lidah buaya memang banyak penggemarnya karena manfaatnya yang berlimpah. Selain itu juga karena perawatannya yang sangat mudah. Penyiraman yang jarang dan terkenal tidak rewel meskipun saat panennya terhitung tidak sebentar.

 

Setelah mengetahui cara menanam lidah buaya di atas, maka bersiaplah mendapatkan hasil panen yang banyak. Namun, memang memerlukan kesabaran lebih dalam menunggu karena durasi dari masa tanam sampai panen hampir setahun.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, maka cara menanam lidah buaya yang benar harus tepat. Meskipun tanaman ini bukan merupakan salah satu jenis yang rewel dalam perawatan namun dengan ketelatelan serta kehati-hatian, maka hasilnya pasti jauh lebih memuaskan.

Kabar Tani Lainnya

Budidaya Red Sabel Menguntungkan, Alternatif Saat Red Kriss Langka

Red Sabel merupakan varietas yang tidak kalah bagus dengan Red Kriss. Kemampuan adaptasi serta ketahanan penyakit menjadi keunggulannya. Ada baiknya anda simak penjelasan lengkap berikut ini.