back to top

6 Insektisida Alami Terlaris, Mulai 12 – 60 Ribuan

Dalam mengendalikan hama pada tanaman tidak terlepas dari penggunaan insektisida bahan kimia. Dengan bahan aktif bermacam-macam. Penggunaannya yang tidak tepat dan tanpa insektisida alami, justru akan menjadikan hama kebal terhadap insektisida yang telah lama digunakan tadi. Yang pastinya meninggalkan residu.

Jika harus mencari lagi insektisida yang lebih ampuh, kebanyakan harganya lebih mahal.

Sebenarnya Juragan bisa mulai mencoba lepas dari penggunaan bahan kimia. Ada insektisida alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Berikut ini adalah beberapa produknya yang terlaris.

Metarizep

Kandungan yang ada dalam bio insektisida ini, adalah Metarhizium anisopliale isolate D1 sebanyak 1 x 10 pangkat 6 cfu/gram, dan Beauveria bassiana isolate B33 sebanyak 1 x 10 pangkat 6 cfu/gram.

Insektisida ini bisa Juragan gunakan untuk mengendalikan beberapa hama. Di antaranya adalah wereng batang cokelat (WBC), walang sangit, kutu daun dan thrips.

1 sachet produk insektisida alami ini isinya 50 gram. Harganya sekitar 40 ribuan.

Untuk aplikasinya, Juragan bisa menggunakan satu sachet Metarizep tadi, larutkan ke dalam setengah liter air. Ini tidak bisa langsung digunakan.

Larutan ini harus didiamkan terlebih dahulu selama 1 – 24 jam tanpa tutup. Baru setelah itu bisa Juragan encerkan lagi menjadi larutan 60 liter.

Untuk membasmi hama wereng batang cokelat, semprotkan pada pangkal batang dan kontak langsung pada hama. Semprotkan langsung juga pada hama jika hama yang mau Juragan kendalikan adalah walang sangit.

Kalau Juragan mau mengendalikan trips, tambahkan larutan sabun 4 mili per liter pada larutan Metarizep yang sudah terbuat. Kemudian semprotkan secara merata pada pucuk, daun, dan bunga.

Sedangkan jika hama yang mau Juragan basmi adalah kutu daun, silakan Juragan langsung semprot saja larutan Metarizep secara merata pada daun, cabang, batang, dan kontak langsung pada hama.

Dengan dosis tadi, kalau untuk pencegahan atau upaya preventif, lakukan selama 10 sampai 15 hari sekali saja. Kalau untuk pengendalian, lakukan 3 sampai 5 hari sekali, selama 3 kali berturut-turut. Namun jika memang serangan sudah parah, lakukan pada 1 sampai 2 hari sekali, selama 3 kali berturut-turut.

BT Plus

Kandungan BT Plus terdiri dari Bacillus thuringiensis strain 4042 sebanyak 1 x 10 pangkat 8 cfu/gram dan Serratia marcescens strain NPKC3_2_21 1 x 10 pangkat 8 cfu/gram. Dua jenis bakteri ini bekerja secara sistemik sebagai pengendali ulat dan sebagai pelarut phospat.

BT Plus berguna sebagai biokontrol ulat penggerek batang padi, ulat grayak , ulat daun trips, dan nematoda.

Harga 1 sachet BT Plus, sekitar 30 ribuan. Isi kemasan 50 gram.

Cara menggunakan nya hampir sama seperti penggunaan metarizep tadi. Juragan harus melarutkannya dulu dalam 500 ml air. Kemudian didiamkan selama 3 sampai 24 jam tanpa tutup. Setelah itu bisa diencerkan lagi agar menjadi larutan 60 liter.

Sebagai insektisida untuk mengatasi penggerek batang padi, Juragan bisa menggunakan 1 sachet untuk perlakuan 25kg benih. Cara aplikasinya juga bisa dengan campur pupuk NPK langsung.

Dosisnya 1 sachet per 25 kg. Sementara untuk penyemprotan dosisnya adalah 1 sachet per 60 liter air. Dengan cara didiamkan dulu seperti yang sudah dijelaskan tadi ya Juragan.

Untuk membasmi hama ulat daun, Juragan hanya perlu menyemprotnya pada daun, batang, pangkal batang, dan sekitar perakaran.

Sedangkan untuk mengatasi hama trips, tambahkan dulu larutan sabun 4 ml/liter pada larutan BT Plus yang sudah dibuat , kemudian semprotkan merata pada pucuk dan daun dan bunga.

Frekuensi semprotnya, jika hanya untuk pencegahan cukup 10 atau 15 hari sekali. Kalau untuk pengendalian 3 sampai 5 hari sekali. Sedangkan kalau untuk serangan yang sudah tinggi, cukup 1 sampai 2 hari sekali, selama 3 kali berturut turut.

Turex WP

Dalam insektisida ini, terkandung Bacillus thuringiensis var. Aizawai strain GC-91. Cara kerjanya sistemik sebagai racun kontak dan lambung.

Dengan racun kontak dan perut serta knock down effect-nya dapat mengendalikan serangga dalam waktu 15 menit. Dengan dosis rekomendasi 1.5 – 3.0 g/L yang aplikasinya 5 kali per musim tanam, dapatkan produktivitas dan kualitas terbaik tanaman.

Insektisida ini memiliki daya kendali yang luas. Dapat mengendalikan hama dari ordo Lepidoptera, Hemiptera dan Thysanoptera.

Turex Wp mampu mengendalikan hama di segala stadia serangga hama, mulai telur, larva, hingga serangga hama dewasa.

Harga insektisida biologi ini, sekitar 40 ribuan.

 Baca juga : PEMUPUKAN 130 HST, SUDAH LEBAT MAKIN LEBAT

BT Max

Sama seperti BT Plus dan Metarizep tadi, bio insektisida ini juga merupakan produk dari prima agro tech.

Kandungannya berupa bakteri Bacillus thuringiensis strain 4042 1 x 10 pangkat 7 cfu/gram, dan Serratia marcescens strain NPKC3_2_21 1 x 10 pangkat 7 cfu/gram.

Dua jenis bakteri tersebut bekerja secara sistemik yang mampu masuk ke dalam jaringan tanaman. Yang aktif untuk mengendalikan hama semua jenis hama ulat dan nematoda.

Insektisida ini tidak mengandung logam berat, sehingga tidak akan membunuh musuh alami tanaman.

Cara aplikasinya, 1 sachet BT Max harus dilarutkan terlebih dahulu ke dalam 500 mili air. Lalu didiamkan selama 12 atau 24 jam. Baru setelah itu encerkan menjadi 60 sampai 80 liter air.

Setelahnya Juragan hanya perlu menyemprotkannya saja secara merata pada daun, batang, pangkal batang, dan sekitar perakaran.

Kalau hanya untuk pencegahan, silakan berikan pada 10 sampai 15 hari sekali. Kalau sudah masuk tahap pengendalian, berikan 3 sampai 5 hari selama 3 kali aplikasi berturut-turut.

Namun, apabila sudah terjadi serangan yang parah, lakukan 1 sampai 2 hari sekali, selama 3 kali berturut-turut.

Harga 50 gram BT Max, sekitar 50 ribuan.

Entomobac

Dalam Entomobac, ada kandungan Metarhizium anisopliae isolate D1 1 x 10 pangkat 6 cfu/gram, dan Beauveria bassiana isolate B21 1 x 10 pangkat 6 cfu/gram.

Di shopee, harganya sekitar 50 ribuan.

Kegunaannya, untuk mengendalikan hama penggerek buah, penggorok daun, kutu loncat, wereng, dan uret.

Cara aplikasinya, adalah dengan melarutkan 1 sachet Entomobac kemasan 50 gram, ke dalam 500 ml air. Ini didiamkan selama 12 sampai 24 jam dan diencerkan kembali sampai menjadi 60 liter.

Silakan juragan semprotkan secara merata pada tanaman. Khusus untuk pengendalian hama uret, aplikasi pengendaliannya dilakukan pada 3 sampai 5 hari sebelum tanam, dan ulang setiap 10 sampai 15 hari sekali.

Sebagai upaya pencegahan, lakukan penyemprotan dalam interval 10 sampai 15 hari sekali. Untuk penyembuhan aplikasikan 3 sampai 5 hari sekali selama 3 kali berturut-turut dan ulang setiap 10 sampai 15 hari sekali.

Bila sudah parah, semprotkan 1 sampai 2 hari sekali selama 3 kali aplikasi berturut-turut.

Beve Z

Beve Z, merupakan insektisida mengandung jamur Beauveria bassiana 1,3 x 10 pangkat 7 cfu/gr yang tidak menimbulkan resistensi terhadap hama. Hama sasarannya, adalah wereng, walang sangit, penggerek batang, trips, tungau, kutu kebul, dan beberapa hama ulat lainnya.

Insektisida ini bekerja dengan menginfeksi mulut hama dan masuk ke pencernaan. Juga menempel di kulit dan mengeluarkan racun yang akan menghancurkan kulit.

Bila ada hama yang sudah terinfeksi dan bersentuhan dengan hama lainnya, bisa tertular. Kematian hama setelah terinfeksi, sekitar 4 sampai 8 hari.

Untuk dosis pemakaiannya, 100 gram Beve Z larutkan ke dalam 14 liter air, atau sekitar 1 tangki semprot. Kalau untuk kebutuhan 1 hektar, paling tidak Juragan membutuhkan 400 sampai 500 liter larutan.

Penyemprotannya bisa campur dengan pupuk kimia, maupun pupuk organik. Insektisida Beve Z bisa Juragan dapatkan dalam bentuk padatan tepung, atau cair.

Kemasan 100 gramnya hanya sekitar 12 ribuan saja. Sedangkan untuk kemasan cair dalam botol 1 liter, harganya sekitar 65 ribuan.

Jika Juragan menggunakan insektisida alami Beve Z yang cair ini, dosis aplikasinya 5 ml per liter air. Semprotkan tiap seminggu sekali, sampai hama terkendali.

Khusus untuk pengendalian hama uret atau nematoda, larutkan 5 ml Beve Z dengan 1 liter air, tambahkan dengan 50 gram gula merah. Fungsi gula merah ini, nantinya sebagai penarik uret.

Kocorkan dosis takaran tadi pada sarang aktif uret, yaitu sekitar batang atau akar yang lapuk. Sebaiknya lakukan ini pada pagi hari.

Juragan juga bisa menggunakan Beve Z cair ini bersamaan dengan pupuk kompos. 1 liter Beve z bisa Juragan semprot atau guyur saja langsung pada 100 kg pupuk kompos, aduk sampai rata. Campuran tadi bisa menjadi media pupuk pada tanaman yang terserang.

Di antara 6 jenis insektisida alami tadi, memang yang paling murah harganya adalah Beve Z. Namun, hanya ada 1 jenis agen hayatinya. Kalau Juragan, lebih memilih yang mana nih?

 

DAPATKAN PRODUKNYA

Metarizep – Link Shopee 
BT Plus – Link Shopee 
Turex WP – Link Shopee 
BT Max – Link Shopee
Entomobac – Link Shopee 

Hot News

Jenis dan Dosis Pemupukan Semangka Dari Awal sampai Akhir!

Pada artikel kali ini, akan kita bahas bagaimana pemupukan semangka yang tepat, tepat jenis, dan tepat dosis. Mulai dari persiapan lahan, sampai pupuk pembuahannya....
Kabar Tani
2
minutes

Ini Tanda Tanaman Cabe Kekurangan 5 Unsur Hara Makro

Tanaman cabe tidak tumbuh dengan normal, bisa disebabkan oleh kekurangan unsur hara. Unsur hara yang paling banyak dibutuhkan tanaman cabe rawit, adalah unsur hara...
Kabar Tani
2
minutes

Hidrogen Peroksida Solusi Bertani Murah, Ini Contoh Produknya

Saat ini, semakin banyak petani yang beralih ke produk-produk pertanian yang lebih aman untuk lingkungan, tidak meninggalkan residu. Produk-produk pertanian tersebut juga relatif lebih...
Kabar Tani
3
minutes

Harus Urut! Cara Panen Cabe yang Benar di Musim Hujan

Apa kabarnya yang kemarin baru tanam cabe musim hujan? Sudah mendekati panen ya gan. Nah, saya rasa Juragan perlu tahu nih apa saja yang...
Kabar Tani
2
minutes
spot_img
const columns = document.querySelectorAll('.column'); columns.forEach(column => { column.addEventListener('dragover', event => { event.preventDefault(); column.classList.add('drag-over'); }); column.addEventListener('dragleave', () => { column.classList.remove('drag-over'); }); column.addEventListener('drop', event => { column.classList.remove('drag-over'); const draggingCard = document.querySelector('.dragging'); column.appendChild(draggingCard); }); }); const cards = document.querySelectorAll('.card'); cards.forEach(card => { card.addEventListener('dragstart', () => { card.classList.add('dragging'); }); card.addEventListener('dragend', () => { card.classList.remove('dragging'); }); });