back to top

Begini Perbedaan Tangki Yokohama 16 dan 18 Liter

Toko Deeres – Yang paling mencolok dari perbedaan Tangki Yokohama 16 dan 16 liter adalah dari desainnya. Beberapa tata letak bagian-bagiannya terletak pada sisi yang tepat. Sehingga lebih sempurna daripada keluaran lama. Namun selebihnya masih tetap sama, bahkan harganya tidak berubah meski kualitasnya semakin baik.

Klik produknya disini

Yokohama terus berinovasi terkait bagaimana memberikan produk terbaiknya kepada para konsumen. Sebab produk mereka bisa kami katakan produk berkualitas. Nyatanya banyak petani yang menggunakan alat ini tanpa ada  komplain pada sisi kualitas. Mereka puas dengan produk Yokohama.

Perbedaan Tangki Yokohama 16 dan 18  Liter: Cek Perawatannya

Begini Perbedaan Tangki Yokohama 16 dan 18 Liter, Cek Dulu Perawatannya
Begini Perbedaan Tangki Yokohama 16 dan 18 Liter, Cek Dulu Perawatannya

Tangki Yokohama 16 dan 18 liter memang berbeda. Tekstur dari tangkinya sendiri lebih futuristik, yakni terdapat bagian-bagian yang timbul untuk menambah estetika. Selain itu, bagian tersebut juga memudahkan Anda saat memegang tangki dalam keadaan tangan basah.

Ada juga bagian yang berubah, yakni tata letak voltmeter, yg awalnya berada di pojok bawah, kini menjadi berada di tengah. Sehingga lebih terlihat simetris. Untuk kapasitas sendiri juga berubah yakni dari 16 ke 18 liter. Namun jika Anda melihat sekilas, ukuran tangkinya tidak terlalu berubah banyak, bahkan bisa dikatakan mirip.

Lantas, bagaimana dengan perawatan dari kedua jenis tangki tersebut? Untuk perawatannya masih sama dari keduanya. Apa saja step-stepnya, Yuk simak ulasan berikut ini.

1. Jangan Lupa Charge Baterai Sebelum Pemakaian Pertama

Dalam kondisi baru, Anda mesti melakukan pengecharge-an baterai alat semprot di awal sebelum menggunakan. Biasanya pengisian daya di awal ini memakan waktu cukup lama. Yakni hingga 8 jam.

2. Bersihkan dan Keringkan Setelah Pemakaian

Untuk sehabis memakai alat ini, usahakan membersihkannya dari berbagai kotoran maupun dari bekas cairan semprot. Sebab, jika kurang bersih, nanti bisa menyebabkan tersumbatnya bagian nozzle/stoknya.

Ini menyebabkan hasil semprotan kurang maksimal dan tangki bisa cepat rusak. Begitu juga saat penyimpanan, pastikan menyimpannya pada kondisi sudah kering sehabis di cuci.

3. Cek Secara Berkala Bagian Sparepart

Jangan lupa melakukan pengecekan secara berkala, terlebih sebelum penggunaan. Jika ada sparepart yang rusak, Anda bisa menggantinya dengan yang baru. Untuk sparepart Yokohama kualitasnya sama dengan kualitas bawaannya.

Selain perbedaan tangki Yokohama 16 dan 18 liter, itulah beberapa tips yang bisa kami bagikan kepada Anda terkait perawatan Yokohama. Anda bisa mengaplikasikannya pada kedua jenis Yokohama tersebut. Tertarik untuk memiliki tangki semprot Yokohama? Silakan langsung menghubungi kontak WhatsApp pada ikon berwarna hijau di bawah.

 

Jangan lupa kunjungi juga katalog produk kami atau dapat temukan rekomendasi produk dari kami.

Dapatkan produknya di Shopee atau Tokopedia Toko Deeres. Atau bisa juga klik disini.

Hot News

Jenis dan Dosis Pemupukan Semangka Dari Awal sampai Akhir!

Pada artikel kali ini, akan kita bahas bagaimana pemupukan semangka yang tepat, tepat jenis, dan tepat dosis. Mulai dari persiapan lahan, sampai pupuk pembuahannya....
Kabar Tani
2
minutes

Ini Tanda Tanaman Cabe Kekurangan 5 Unsur Hara Makro

Tanaman cabe tidak tumbuh dengan normal, bisa disebabkan oleh kekurangan unsur hara. Unsur hara yang paling banyak dibutuhkan tanaman cabe rawit, adalah unsur hara...
Kabar Tani
2
minutes

Hidrogen Peroksida Solusi Bertani Murah, Ini Contoh Produknya

Saat ini, semakin banyak petani yang beralih ke produk-produk pertanian yang lebih aman untuk lingkungan, tidak meninggalkan residu. Produk-produk pertanian tersebut juga relatif lebih...
Kabar Tani
3
minutes

Harus Urut! Cara Panen Cabe yang Benar di Musim Hujan

Apa kabarnya yang kemarin baru tanam cabe musim hujan? Sudah mendekati panen ya gan. Nah, saya rasa Juragan perlu tahu nih apa saja yang...
Kabar Tani
2
minutes
spot_img
const columns = document.querySelectorAll('.column'); columns.forEach(column => { column.addEventListener('dragover', event => { event.preventDefault(); column.classList.add('drag-over'); }); column.addEventListener('dragleave', () => { column.classList.remove('drag-over'); }); column.addEventListener('drop', event => { column.classList.remove('drag-over'); const draggingCard = document.querySelector('.dragging'); column.appendChild(draggingCard); }); }); const cards = document.querySelectorAll('.card'); cards.forEach(card => { card.addEventListener('dragstart', () => { card.classList.add('dragging'); }); card.addEventListener('dragend', () => { card.classList.remove('dragging'); }); });