7 Penyakit Tomat dan Cara Mengatasinya di Musim Hujan

Di musim hujan, serangan penyakit yang penyebabnya adalah cendawan dan bakteri akan semakin tinggi. Berikut ini beberapa jenis penyakit tomat yang perlu Juragan ketahui dan cara mengatasi penyakit tomat di musim hujan sesuai dengan penyebabnya.

1. Rebah Kecambah

Penyakit pada tomat ini terjadi di persemaian dan tanaman muda yang berusia 2-4 HST. Gejalanya batang di atas tanah akan memar dan berair sehingga tanaman mati. Bila sembuh, penyakit batang tomat ini menyebabkan batang mengeras dan terhambat pertumbuhannya.

Pencegahannya bisa dilakukan dengan fungisida Dithane M45 atau Antracol konsentrasi 1 ml per liter setiap minggu.

2. Layu Bakteri

Pada tanaman tomat yang tua, biasanya layu mulai terjadi pada daun-daun yang ada di bawah, sedangkan pada tanaman muda gejalanya mulai nampak pada daun-daun atas. Setelah beberapa hari, tanaman akan layu total. Daunnya tetap hijau atau disertai dengan sedikit menguning.

Lihat juga : Cara Mengatasi Bunga Tomat Rontok

Untuk mengendalikannya pastikan pupuk kandang yang Juragan gunakan telah terdekomposisi dengan baik. Jangan sampai ada air hujan yang menggenang. Kurangi juga penggunaan pupuk berkadar N tinggi.

Lakukan juga pergiliran tanaman atau penggunaan varietas yang sudah tahan. Tapi, jika serangan sudah berat, maka lubang tanam Juragan siram dengan larutan bakterisida Agrept 20 wp atau Bactomycin 15/5.

3. Layu Fusarium

Penyakit layu pada tomat ini menyebabkan daun-daun di bagian bawah layu, menjalar ke ranting-ranting muda, dan kemudian mati dalam warna coklat. Beberapa cara mengatasinya adalah

  • Benih direndam dalam larutan fungisida sistemik, misalnya Benomyl atau Derosal 1 ml/liter selama 10-15 menit sebelum tanam.
  • Lubang tanam bekas tanaman yang terinfeksi disiram dengan fungisida Derosal 500 SC 2 ml/liter.
  • Lakukan juga pergiliran tanaman atau varietas yang sudah tahan.

Lihat juga : Cara Menanam Tomat Musim Hujan agar Berbuah Lebat

4. Antraknosa

Penyakit pada tomat ini menyebabkan buah menjadi busuk seperti terkena sengatan matahari dan diikuti oleh busuk basah yang berwarna hitam. Umumnya terjadi pada tomat yang menjelang merah.

  • Bila Juragan belum menggunakan benih yang tahan antraknosa, rendam dulu benih dalam air hangat kuku selama 30 menit atau perlakuan fungisida sistemik.
  • Lakukan pergiliran tanaman yang bukan inangnya.
  • Gunakan mulsa plastik hitam perak.
  • Bila perlu, semprot tanaman dengan Folicur 25 WP atau Amistartop 325 EC.
5. Hawar Phytophthora

Infeksi penyakit tomat ini terjadi pada tanaman muda. Leher batangnya akan busuk basah lalu mengering berwarna coklat. Pada daunnya terdapat bercak putih yang tidak beraturan hingga akhirnya seperti kertas.

Sedangkan pada buahnya akan berwarna hijau tua dan busuk basah lalu mengering dan keriput. Pengendalian penyakit tomat ini adalah dengan

  • mengatur drainase dan jarak tanam
  • tanah dan tanaman yang terinfeksi di siram fungisida Derosal 500 SC 2ml/liter atau Folicur 25 WP 2 g/liter
  • lakukan pergiliran tanaman yang bukan inangnya

Lihat juga : 6 Hama Kerap Merusak Tanaman Tomat dan Cara Pengendaliannya

6. Bercak Alternaria

Penyakit bercak daun tomat ini menyerang bibit dan tanaman muda. Pada bibit, bercak gelap terbentuk pada daun, batang, dan daun. Pada tanaman dewasa berupa bercak coklat dengan garis-garis yang melingkar berwarna lebih gelap.

Pengendalian penyakit tomat ini sama dengan hawar phytophthora.

7. Begomovirus (Penyakit Keriting Kuning)

Gejalanya adalah penebalan tulang daun lalu menggulung. Selanjutnya daun-daun mengecil dan berwarna kuning sehingga tanaman menjadi kerdil.

Cara mengendalikan penyakit akibat kutu kebul ini adalah dengan penyemprotan Teflubenzuron 50 EC

Itu tadi Juragan 7 jenis penyakit tomat dan cara mengatasinya di musim hujan. Agar lebih aman Juragan sebaiknya gunakan benih yang sudah tahan penyakit-penyakit di atas, seperti benih Servo atau Gustavi. Jadi, penggunaan pestisida dapat Juragan tekan.

 

Jangan lupa kunjungi juga katalog produk kami atau dapat temukan rekomendasi produk dari kami.

Kabar Tani Lainnya